MRT Jakarta Kembangkan Placemaking, Kota Tua Diproyeksikan Jadi The New Blok M

Division Head Business Planning and Expansion MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo. Foto: Metro TV/Nurul Hafizhah.

MRT Jakarta Kembangkan Placemaking, Kota Tua Diproyeksikan Jadi The New Blok M

Nurul Hafizhah • 10 September 2026 11:17

Jakarta: MRT Jakarta mengembangkan konsep placemaking dengan menyesuaikan identitas setiap kawasan yang dilalui. Melalui pendekatan ini, komunitas yang memiliki minat serupa diharapkan dapat tumbuh dan berkumpul secara alami tanpa harus selalu diundang secara khusus.

Division Head Business Planning and Expansion MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo mengatakan, keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kesesuaian antara identitas kawasan dengan komunitas yang menjadi penggunanya.

Menurut Samuel, komunitas cenderung datang dengan sendirinya ketika karakter sebuah kawasan selaras dengan minat dan gaya hidup mereka. "Biasanya komunitas ini tidak hanya perlu diajak, tapi kadang-kadang datang sendiri di saat identitas kawasannya itu memang selaras sama spirit komunitas mereka," kata Samuel di Jakarta dikutip Kamis, 10 September 2026.

Ia mencontohkan kawasan Blok M yang saat ini berkembang sebagai ruang bagi anak muda, komunitas kreatif, hingga kelompok yang dekat dengan budaya populer atau subculture.

"Kalau Blok M itu kalau kita mau cari komunitas anak-anak muda yang gaul, kalcer, skena itu nggak susah. Karena pasti sudah banyak komunitasnya yang datang," ungkap Samuel.

Selain Blok M, MRT Jakarta menyiapkan konsep berbeda untuk kawasan lainnya. Kawasan Kota, misalnya, akan mengangkat identitas seni, sejarah, dan warisan budaya yang sudah melekat di wilayah tersebut.

"Kota sebenarnya sudah punya identitasnya, yaitu seni. Karena nanti kemungkinan temanya art, heritage. Jadi orang-orang yang suka history, seni, film, nanti dengan sendirinya akan berkumpul di sana," kata Samuel.

Kawasan Kota Tua Jakarta. Foto: MI.

Sementara itu, kawasan lain akan dikembangkan sesuai karakter yang diperkuat. Salah satunya kawasan Glodok yang tak hanya terkenal dengan kawasan pecinan, tetapi identitas sebagai pusat elektronik yang dapat menarik komunitas teknologi dan pecinta gawai.

"Bisa jadi reviewer-reviewer gadget nanti gathering di sana, kopdarnya di sana. Review gadget baru, review kamera, dan lain-lain," sebut Samuel.

Samuel menegaskan, komunitas yang akan dirangkul dalam program placemaking akan disesuaikan dengan karakter masing-masing kawasan. "Jadi memang komunitas yang akan didekati sudah pasti yang identitasnya mendekati sama kawasan yang sedang diplacemaking-kan," ujar Samuel.

Melalui strategi tersebut, MRT Jakarta berharap kawasan transit tidak hanya menjadi titik perpindahan moda transportasi, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang hidup, memiliki identitas kuat, serta mampu menjadi wadah berkumpulnya berbagai komunitas sesuai karakter masing-masing wilayah.

(Anggi Tondi)