SPPG Husein 1 Kota Bandung Sukses Kelola Sampah Secara Mandiri

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein 1 Bandung

SPPG Husein 1 Kota Bandung Sukses Kelola Sampah Secara Mandiri

Roni Kurniawan • 13 May 2026 22:22

Bandung: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein 1 Bandung menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri. Langkah ini diambil untuk mendukung keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengelolaan dilakukan dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur produksi.

Kepala SPPG Husein 1 Bandung, Aji R Permadi, mengatakan sistem pengelolaan sampah dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak. Selain memilah sampah, proses pengangkutan juga mendapat dukungan dari TNI AU Lanud Husein Sastranegara dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

"Untuk pengelolaan sampah, kita mengelola secara mandiri, kita pisah yang organik dan anorganik. Kita juga dibantu oleh TNI AU Lanud Husein Sastranegara dan DLH Kota Bandung untuk proses pengangkutannya," ujar Aji R. Permadi saat ditemui di SPPG Husein 1 Bandung, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Aji, sebagian sampah yang dihasilkan dari aktivitas dapur masih dapat dimanfaatkan kembali. Bahkan, sampah yang bernilai ekonomis turut membantu para relawan yang terlibat dalam operasional dapur MBG.
 


"Sampah-sampah yang bisa kita manfaatkan untuk relawan juga, rata-rata per hari sekitar 100 kilogram," kata Aji.

SPPG Husein 1 Bandung sendiri telah beroperasi selama satu tahun sejak Januari 2025. Aji mengaku, dalam operasionalnya, dapur tersebut melayani delapan titik sekolah serta satu titik penerima manfaat bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.


Siswa antre mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk makan siang dengan konsep prasmanan. Foto: dok MI/Ramdani.

Setiap hari, SPPG Husein 1 Bandung memproduksi rata-rata sekitar 2.750 paket makanan bergizi. Paket-paket itu kemudian didistribusikan kepada para penerima manfaat. Aji berharap, keberadaan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat. Ia juga berharap program ini memberikan efek ekonomi bagi para relawan, petani, hingga pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok bahan baku.

"Harapannya untuk ekonomi para relawan sangat terbantu, dan untuk ekonomi bahan baku para petani yang terlibat dan UMKM dapat merasakan manfaat dari program MBG," ungkap Aji.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)