Gedung ECB di Frankfurt, Jerman. Foto: Xinhua/Zhang Fan.
Peluang Kenaikan Suku Bunga ECB Meningkat, Ini Penyebabnya!
Husen Miftahudin • 25 May 2026 08:45
Frankfurt: Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Martin Kocher mengaku kebijakan moneter ECB semakin condong ke arah kenaikan suku bunga pada bulan depan karena konflik Iran menambah tekanan inflasi.
Mengutip Investing.com, Senin, 25 Mei 2026, Kocher mengatakan inflasi kemungkinan akan lebih tinggi tahun ini daripada yang diperkirakan sebelumnya, karena kenaikan biaya energi yang terkait dengan konflik menambah tekanan harga yang dihadapi rumah tangga dan bisnis di seluruh wilayah tersebut.
Berbicara di sela-sela pertemuan para menteri keuangan Eropa di Siprus, Kocher mengatakan para pembuat kebijakan pada dasarnya sedang mempertimbangkan pilihan antara mempertahankan suku bunga tidak berubah dan menaikkannya pada pertemuan ECB pada Juni mendatang.
"Selalu ada skenario dengan probabilitas sangat rendah yang mengarah pada penilaian situasi yang berbeda, tetapi saat ini, semuanya mengarah pada keputusan antara mempertahankan dan menaikkan suku bunga," kata Kocher.
| Baca juga: BI Proyeksi Ekonomi Dunia Tahun Ini Cuma Tumbuh 3,0% |
Dampak kenaikan inflasi meluas
Pertemuan kebijakan ECB berikutnya dijadwalkan pada 10-11 Juni, di mana para pejabat juga akan menerima prakiraan ekonomi terbaru yang mencakup pertumbuhan dan inflasi.
Komentar tersebut muncul ketika pasar keuangan menilai kembali ekspektasi terhadap kebijakan moneter Eropa menyusul kenaikan tajam harga minyak setelah pecahnya permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat awal tahun ini.
Konflik tersebut mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur utama untuk ekspor energi global, sehingga memicu kekhawatiran biaya bahan bakar dan transportasi yang lebih tinggi dapat berdampak pada inflasi yang lebih luas.
Meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdamaian dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan, namun rincian kesepakatan apa pun belum diumumkan.

(Ilustrasi logo Euro di Frankfurt, Jerman. Foto: Xinhua/Zhang Fan)
Ketidakpastian masih tinggi
Kocher mengatakan ketidakpastian masih tinggi dan menolak untuk memberikan arahan mengenai arah kebijakan ECB setelah pertemuan bulan depan.
Ia menambahkan data ekonomi terbaru menunjukkan perekonomian zona euro tetap relatif tangguh meskipun ada ketegangan geopolitik dan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan pada kuartal pertama.
Inflasi baru-baru ini kembali ke target dua persen ECB sebelum konflik mulai mendorong harga energi lebih tinggi. Para pembuat kebijakan sekarang sedang menilai apakah guncangan harga terbaru dapat menyebabkan tekanan inflasi yang lebih berkelanjutan dan memengaruhi ekspektasi inflasi jangka panjang.
Proyeksi baru dari ECB yang akan dirilis bulan depan diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam membentuk keputusan kebijakan bank sentral.