Petugas melakukan pemeriksaan hewan kurban di Kuningan, Jawa Barat, Kamis, 21 Mei 2026. ANTARA/HO-Diskanak Kuningan.
Diskanak Kuningan Siapkan 10 Ribu Kalung Sehat Hewan Kurban
Silvana Febiari • 21 May 2026 23:03
Kuningan: Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyiapkan sekitar 10 ribu kalung sehat menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Hal itu dilakukan guna menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah kurban.
Kepala Diskanak Kabupaten Kuningan A. Taufik Rohman mengatakan kalung sehat dipasang pada hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan sebagai penanda ternak tersebut layak untuk dikurbankan.
“Yang penting pastikan sehat dan layak untuk kurban. Secara fisik harus terlihat sehat, tidak cacat,” katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengatakan masyarakat tetap harus memperhatikan kondisi fisik hewan kurban saat membeli. Masyarakat juga diimbau tidak hanya terpaku pada keberadaan kalung sehat tersebut.
Menurut dia, jumlah hewan kurban di Kabupaten Kuningan diperkirakan dapat melebihi jumlah kalung sehat yang disiapkan pemerintah daerah. Hal ini terjadi karena banyak peternak memelihara hewan secara mandiri untuk kebutuhan Iduladha.
Taufik menuturkan hewan tanpa kalung sehat belum tentu tidak layak dijadikan hewan kurban. Selama kondisi ternak sehat dan memenuhi syariat Islam, hewan tersebut tetap dapat digunakan.

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Metrotvnews.com/Zein Zahiratul Fauziyyah
Ia menyampaikan pemeriksaan telah dilakukan sejak 6 Mei 2026 di pasar dan lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 petugas gabungan.
“Para petugas memastikan hewan kurban memenuhi syarat usia minimal sebelum dinyatakan layak untuk dikurbankan,” ungkapnya.
Untuk kambing dan domba, kata dia, minimal berusia satu tahun. Sedangkan sapi atau kerbau minimal berusia dua tahun.
“Kalau kambing domba minimal satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau dua tahun,” tuturnya.
Selain usia, petugas juga memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi kondisi mata, kaki, lendir, cacat fisik, hingga kelengkapan organ tubuh hewan.
“Namanya hewan kurban harus sempurna. Mata, kaki, sampai alat kelaminnya juga harus sempurna,” ucap dia.