Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI. Foto: BPMI Setpres.
Pandangan Prabowo Soal Partai di Luar Pemerintahan Sangat Penting untuk Jaga Demokrasi
Rahmatul Fajri • 21 May 2026 10:50
Jakarta: Pandangan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya keberadaan partai politik di luar pemerintahan dinilai sangat krusial dalam menjaga demokrasi tetap sehat. Pengamat politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romi mengatakan, apabila seluruh partai politik bergabung ke dalam koalisi kabinet justru akan berdampak buruk.
"Saya setuju dengan pernyataan Presiden, jika semua partai gabung memang tidak baik bagi demokrasi dan juga citra pemerintah," ujar Lili Romli, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengatakan harus ada partai yang berperan sebagai katup pengaman agar pemerintah tidak berjalan tanpa kontrol. Fungsi partai di luar pemerintahan bukan sekadar mengawasi jalannya birokrasi, tetapi juga jadi wadah resmi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang merasa tidak puas terhadap kinerja atau kebijakan penguasa.
"Oleh karena itu, harus tetap ada partai yang berada di luar pemerintah untuk menjalankan fungsi pengawasan," jelasnya.
Baca Juga :
Kerap Dikritik Keras PDIP, Presiden Prabowo Tetap Berterima Kasih
Sebelumnya, dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di Gedung DPR, Presiden Prabowo sempat memuji sikap politik PDIP. Prabowo mengakui bahwa ketiadaan oposisi atau check and balances tidak baik bagi negara.
"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah. Dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Sebenarnya saya ingin ucapan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: BPMI Setpres.
Presiden Prabowo sempat berseloroh bahwa sebagai presiden, ia sebenarnya mendambakan sistem gotong royong di mana semua partai politik masuk ke dalam pemerintahannya.
"Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik, setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan Saudara," lanjutnya.