Premier Sarawak Abang Abdul Rahman Zohari saat berbicara di Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (Metrotvnews.com)
Sarawak Dorong Kolaborasi Regional Borneo sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Willy Haryono • 3 February 2026 14:44
Jakarta: Premier Sarawak Abang Abdul Rahman Zohari menekankan pentingnya kolaborasi regional sebagai fondasi lahirnya mesin pertumbuhan ekonomi baru di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Hal tersebut disampaikan Abang Zohari dalam pidato kunci pada sesi “Ideas from Borneo: Investing in the Next Engine of Growth” di Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam forum yang dihadiri pelaku usaha dan pembuat kebijakan kawasan itu, Abang Zohari menilai meningkatnya proteksionisme serta pergeseran rantai pasok global menuntut negara dan kawasan untuk bersikap lebih adaptif dan fleksibel.
“Ketahanan ekonomi hari ini sangat bergantung pada kemampuan kita membangun kemitraan dan memperdalam kerja sama regional,” ujarnya.
Ia menilai inisiatif kebangkitan Borneo Economic Community semakin relevan dalam menghadapi tantangan global, karena mampu memperkuat keterhubungan ekonomi, perdagangan, dan daya saing kawasan. Menurutnya, Pulau Borneo memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan potensi wilayah menjadi nilai ekonomi yang nyata.
Abang Zohari juga menyoroti peran ASEAN sebagai kekuatan ekonomi global dengan populasi lebih dari 670 juta jiwa dan produk domestik bruto gabungan sekitar USD3,8 triliun. Ia menekankan ASEAN perlu bertransformasi menuju industri bernilai tambah tinggi dan rendah karbon guna menjaga daya saing jangka panjang.
Dari sisi infrastruktur, Sarawak terus berinvestasi pada sektor transportasi dan logistik, termasuk pembangunan bandara internasional baru, pelabuhan laut dalam, serta penguatan konektivitas dengan Kalimantan.
“Konektivitas udara dan laut bukan sekadar jalur transportasi, tetapi jembatan bagi perdagangan, pariwisata, dan kolaborasi bisnis,” katanya.
Di sektor energi, Sarawak menempatkan energi terbarukan sebagai pilar transformasi ekonomi melalui kerja sama lintas batas, termasuk proyek tenaga air bersama Indonesia di Kalimantan Utara dan pengembangan jaringan listrik Borneo. Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi jangka panjang ASEAN Power Grid.
Selain energi bersih, Sarawak juga mengembangkan ekonomi masa depan melalui hidrogen hijau, pengelolaan karbon, serta penguatan kapabilitas digital dan kecerdasan buatan.
“Ekonomi baru dibangun dari inovasi, keberlanjutan, dan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Abang Zohari.
Menutup pidatonya, Premier Sarawak itu mengajak pelaku industri dan investor untuk menjajaki peluang investasi dan kemitraan jangka panjang di Borneo.
“Masa depan Borneo tidak ditentukan oleh satu ekonomi saja, tetapi oleh seberapa baik kita berkolaborasi dan membangun nilai bersama,” katanya. (Keysa Qanita)
Baca juga: Indonesia Dorong Model Pertumbuhan Inklusif di Tengah Ketidakpastian Global