41,4 Hektare Karhutla di Aceh Barat Berhasil Ditangani

Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Istimewa

41,4 Hektare Karhutla di Aceh Barat Berhasil Ditangani

Fajri Fatmawati • 2 February 2026 20:22

Aceh Barat: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat hingga kini tercatat seluas 57,7 hektare. Dari total tersebut, seluas 41,4 hektare di antaranya telah berhasil ditangani oleh tim gabungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan di seluruh lokasi terdampak guna mencegah meluasnya kebakaran ke area lain.

“Total lahan yang sudah tertangani mencapai 41,4 hektare. Beberapa lokasi telah dinyatakan selesai penanganannya,” kata Teuku Ronald dalam laporan resmi BPBD Aceh Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menerangkan, lokasi yang telah selesai ditangani antara lain Gampong Suak Raya seluas 9,5 hektare, Ujong Beurasok 8,5 hektare, Suak Nie 9 hektare, Gampong Alue Peunyareng 1 hektare, Aron Baroh 0,5 hektare, Blang Luah 3,9 hektare, Ujong Tanoh Darat lokasi I dan II masing-masing 0,5 hektare, serta Meunasah Rambot 8,5 hektare.

"Sementara itu, total luas lahan terbakar yang tercatat di Aceh Barat mencapai 57,7 hektare, tersebar di sejumlah kecamatan," ujar Ronald.

Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Istimewa

Antara lain, Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meureubo, Pante Ceureumen, Bubon, dan Kaway XVI. Beberapa titik masih dalam proses penanganan, terutama di wilayah Blang Cot Mameh dan Blang Cot Rubek.

Ronald menjelaskan bahwa, kondisi cuaca sempat membantu proses pemadaman. Hujan turun di Kecamatan Kaway XVI dan Bubon pada Jumat sore sekitar pukul 18.11 WIB, disusul hujan di wilayah Johan Pahlawan sekitar pukul 19.30 WIB. Namun hingga Sabtu, 31 Januari 2026, masih terpantau titik api di kawasan Ujong Beurasok dan Suak Raya.

"Dalam proses penanganan, petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang, keterbatasan sumber air, serta jarak tempuh menuju lokasi titik api yang cukup jauh," jelas Ronald.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)