Rafah Kembali Dibuka, Warga Gaza Bisa Keluar Masuk Secara Terbatas

Titik penyeberangan Rafah yang memisahkan antara Mesir dan Gaza. (Anadolu Agency)

Rafah Kembali Dibuka, Warga Gaza Bisa Keluar Masuk Secara Terbatas

Willy Haryono • 1 February 2026 16:47

Gaza: Titik penyeberangan Rafah yang menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza kembali dibuka pada Minggu, 1 Februari 2026, sebagai bagian dari “operasi percontohan” setelah ditutup selama hampir dua tahun.

Menurut laporan media Israel dan dikutip TRT World, pergerakan orang diperkirakan mulai berlangsung penuh pada Senin besok. Sekitar 150 orang disebut akan meninggalkan Gaza setiap hari, sementara sekitar 50 orang diperkirakan kembali masuk ke wilayah tersebut.

Pembukaan kembali Rafah terjadi di tengah berlanjutnya kekerasan Israel di Gaza meski gencatan senjata telah diberlakukan. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan warga Palestina tewas akibat serangan Israel pada Sabtu.

Penyeberangan Rafah merupakan jalur vital bagi pergerakan warga sipil dan masuknya bantuan kemanusiaan. Namun, jalur ini ditutup sejak Mei 2024 setelah pasukan Israel menduduki area tersebut, kecuali pembukaan singkat dan terbatas pada awal 2025.

Badan Kementerian Pertahanan Israel yang mengoordinasikan urusan sipil Palestina, COGAT, menyatakan bahwa Rafah dibuka pada Minggu “khusus untuk perlintasan terbatas warga.”

Seorang pejabat kesehatan di Gaza mengatakan sekitar 200 pasien saat ini menunggu izin untuk meninggalkan wilayah tersebut setelah penyeberangan dibuka. Sementara itu, seorang pejabat Palestina menyebut sekitar 40 warga Palestina yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina telah tiba di sisi Mesir untuk kemudian masuk ke Gaza dan memulai tugas mereka.

Fase Percontohan Awal

Israel sebelumnya menyatakan tidak akan membuka Rafah sebelum jenazah sandera Israel terakhir di Gaza, Ran Gvili, dikembalikan. Jenazah tersebut ditemukan beberapa hari lalu dan dimakamkan di Israel pada Rabu. Dua hari kemudian, COGAT mengumumkan pembukaan kembali penyeberangan.

Menurut COGAT, keluar-masuk warga akan diizinkan melalui koordinasi dengan Mesir, setelah proses pemeriksaan keamanan oleh Israel, serta di bawah pengawasan misi Uni Eropa.

COGAT menyebut pembukaan ini sebagai “fase awal percontohan” yang dikoordinasikan dengan Uni Eropa. Saat ini, persiapan awal tengah dilakukan untuk meningkatkan kesiapan menuju operasional penuh penyeberangan Rafah.

Perlintasan warga secara dua arah akan dimulai setelah seluruh persiapan tersebut rampung. Sumber di penyeberangan menyebut pembukaan yang lebih luas dijadwalkan berlangsung mulai Senin.

Namun, hingga kini belum ada kesepakatan mengenai jumlah warga Palestina yang diizinkan masuk dan keluar. Mesir disebut berencana menerima seluruh warga Palestina yang mendapat izin keluar dari Israel.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa penyeberangan Rafah perlu dibuka tidak hanya untuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga untuk kargo sektor swasta yang dinilai sangat penting bagi pemulihan ekonomi Gaza.

Wakil Koordinator Timur Tengah PBB, Ramiz Alakbarov, sebelumnya menyampaikan bahwa para pekerja kemanusiaan masih menghadapi keterlambatan dan penolakan kargo di penyeberangan, serta keterbatasan rute untuk mendistribusikan bantuan di dalam Gaza.

Baca juga:  Serangan Israel Tewaskan 37 Orang di Gaza Jelang Pembukaan Kembali Rafah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)