Iran Ancam Eskalasi Regional jika AS Serang Fasilitas Nuklir

Iran mengancam akan melakukan eskalasi regional jika AS menyerang fasilitas nuklir. (Anadolu Agency)

Iran Ancam Eskalasi Regional jika AS Serang Fasilitas Nuklir

Willy Haryono • 22 July 2026 08:25

Teheran: Markas Pusat Khatam al-Anbiya milik angkatan bersenjata Iran memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir atau lokasi strategis lainnya di Iran akan memicu serangan balasan terhadap kepentingan Washington serta sekutu dan negara-negara pendukungnya di kawasan.

Dalam pernyataannya, markas tersebut menyebut serangan terhadap fasilitas sensitif Iran akan dianggap sebagai perluasan perang di kawasan dan akan dibalas dengan respons "kuat" oleh angkatan bersenjata Iran.

Dikutip dari TRT World, Rabu, 22 Juli 2026, peringatan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain di dekat kompleks nuklir Natanz.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan menyerang kawasan tersebut "dengan sangat keras" karena meyakini Iran kemungkinan telah memindahkan sentrifus nuklir ke lokasi itu. Namun, ia mengakui Washington belum memiliki konfirmasi mengenai dugaan tersebut.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sistem radar peringatan dini, kompleks radar taktis di dekat Pangkalan Udara Ali Al Salem, serta sistem radar lain di Pulau Bubiyan, Kuwait, dalam gelombang ke-24 Operasi Nasr 2.

IRGC menyatakan seluruh sistem radar tersebut telah dibuat tidak berfungsi dan menegaskan operasi militer terhadap pihak yang disebut sebagai "agresor" akan terus berlanjut.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak pekan lalu setelah Washington memperluas serangan militernya. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan.

Eskalasi tersebut terjadi meski kedua negara sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang.

Baca juga:  PM Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Operasi terhadap Iran

(Willy Haryono)