PM Inggris Andy Burnham. (Anadolu Agency)
PM Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Operasi terhadap Iran
Willy Haryono • 22 July 2026 06:59
London: Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyetujui penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk melancarkan apa yang disebut pemerintah Inggris sebagai serangan defensif terhadap Iran.
Keputusan itu melanjutkan kebijakan pemerintahan Inggris sebelumnya di bawah Keir Starmer di tengah meningkatnya operasi militer Washington.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, sebelum lengser, Starmer memimpin rapat para menteri senior dan pejabat pemerintah untuk membahas kebijakan Inggris menyusul dimulainya kembali operasi militer AS terhadap Iran pada awal bulan ini.
Dalam pertemuan itu diputuskan bahwa pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Gloucestershire tetap dapat digunakan oleh pesawat militer Amerika Serikat yang menjalankan misi untuk menghadapi ancaman rudal Iran serta sasaran yang berkaitan dengan keamanan di Selat Hormuz.
Dikutip dari Al Arabiya, Rabu, 22 Juli 2026, sumber tersebut mengatakan Burnham telah menerima penjelasan mengenai keputusan itu setelah resmi menjabat sebagai perdana menteri pada Senin dan menyatakan persetujuannya. Dengan demikian, kebijakan pemerintahan sebelumnya mengenai penggunaan pangkalan Inggris oleh Amerika Serikat akan tetap berlaku.
Keputusan tersebut diambil setelah hari ke-10 dimulainya kembali operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya kembali menyerang pusat komando militer, lokasi peluncuran rudal, dan sistem pertahanan udara Iran dalam operasi semalam.
Di dalam negeri, kebijakan tersebut diperkirakan akan menghadapi tekanan politik. Pemerintahan sebelumnya mendapat desakan dari kelompok kiri agar tidak mengizinkan penggunaan pangkalan Inggris, sementara Presiden AS Donald Trump mendorong Inggris memperluas dukungannya terhadap operasi militer tersebut.
Sejumlah pejabat Inggris juga dilaporkan khawatir terhadap implikasi hukum apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur sipil Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, sebagaimana pernah disinggung Trump.
Burnham diperkirakan akan menghadapi kritik dari Partai Hijau dan Partai Liberal Demokrat yang menilai penggunaan pangkalan Inggris berpotensi membuat negara itu terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum perang.
Setelah resmi menjabat, Burnham juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Trump. Menurut Kantor Perdana Menteri Inggris, Burnham menegaskan komitmen Inggris untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Trump kemudian menyebut percakapan tersebut berlangsung dengan baik. Dalam unggahannya di Truth Social, ia mengatakan keduanya membahas minyak Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz, serta sejumlah isu lainnya.
Baca juga: Trump Tegaskan AS Belum Selesai Serang Iran