Israel kembali melakukan serangan ke Tehera, Foto: Anadolu
Israel Kembali Serang Teheran Usai Menewaskan Khamenei
Fajar Nugraha • 1 March 2026 22:49
Yerusalem: Militer Israel mengatakan bahwa mereka melancarkan gelombang serangan besar-besaran di jantung Teheran, Iran pada Minggu 1 Maret 2026.
Serangan dilakukan setelah angkatan udara Israel melakukan operasi skala besar yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang meluas di Timur Tengah.
“Selama sehari terakhir, angkatan udara Israel melakukan serangan untuk membuka jalan menuju Teheran," ucap militer Israel dikutip dari Channel News Asia.
Beberapa jam setelah AS dan Israel mengatakan serangan udara menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dalam kampanye militer untuk menggulingkan pemerintahan setempat, media pemerintah Iran mengkonfirmasi bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu telah meninggal.
Berdasarkan konstitusi Iran, Pemimpin Tertinggi diangkat oleh Majelis Pakar, sebuah badan ulama beranggotakan 88 orang yang mengawasi dan secara teori dapat memecat tokoh tersebut.
Pemimpin Tertinggi memegang kekuasaan tertinggi di Iran, bertindak sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata dan memutuskan arah kebijakan luar negeri, yang sebagian besar ditentukan oleh konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Seorang penasihat Khamenei, pejabat keamanan tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan dewan kepemimpinan sementara akan dibentuk berdasarkan konstitusi hingga pemimpin berikutnya dipilih.
Dua sumber AS dan seorang pejabat AS yang mengetahui masalah ini mengatakan, Israel dan AS mengatur waktu serangan mereka pada hari Sabtu agar bertepatan dengan pertemuan yang diadakan Khamenei dengan para pembantu utamanya.
“Orang dalam di Iran mengatakan pemerintah akan segera berupaya menunjuk pengganti Khamenei untuk menandakan stabilitas dan keberlanjutan,” ujar sumber itu.
Dalam pukulan lain bagi kepemimpinan Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi tewas dalam serangan tersebut, kata stasiun televisi Iran TV.
Setelah Iran membalas dengan serangan udara di sekitar Teluk, Anwar Gargash, penasihat presiden sekutu AS dan kekuatan minyak Uni Emirat Arab, mendesak Teheran untuk "kembali sadar", dengan mengatakan bahwa perang ini bukan dengan negara-negara tetangga Arab di Teluk.
Sejauh ini, UEA telah menanggung beban terberat dari pembalasan Iran. Presiden Donald Trump memperingatkan pada hari Minggu bahwa AS akan menyerang Iran "dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya" jika Iran membalas setelah serangan terhadap AS.
"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
“Lebih baik mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, Kami akan menyerang menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar Trump.
Dalam pernyataan yang ditujukan kepada Trump dan sekutunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, "Kami akan menyerang kalian dengan pukulan yang begitu mengerikan sehingga kalian sendiri akan terpaksa memohon ampun."Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu serta agen dan proksi mereka, saya ulangi, saya katakan kepada kedua penjahat kotor ini dan kepada semua agen mereka: kalian telah melanggar garis merah kami, dan kalian harus membayar harganya,” tegas Qalibaf.
Pusat keamanan maritim Oman mengatakan bahwa kapal tanker minyak berbendera Palau, Skylight, diserang sekitar lima mil laut dari Musandam, Oman. Empat orang terluka dan seluruh awak kapal yang berjumlah 20 orang dievakuasi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com