Mudik 2026, Jasa Raharja Siapkan Skema Terintegrasi Dukung Angkutan Lebaran

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. (Istimewa)

Mudik 2026, Jasa Raharja Siapkan Skema Terintegrasi Dukung Angkutan Lebaran

Lukman Diah Sari • 25 February 2026 18:58

Jakarta: Jasa Raharja memaparkan skema kesiapan terintegrasi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026. Keterlibatan BUMN tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kesiapan transportasi nasional sekaligus perlindungan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Rapat koordinasi dipimpin langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan dihadiri kementerian serta lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga pimpinan BUMN sektor transportasi dan infrastruktur. Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin hadir memastikan dukungan perlindungan dasar berjalan sejalan dengan kebijakan nasional pelayanan publik.

Dalam arahannya, Dudy menekankan pentingnya kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum masa Angkutan Lebaran dimulai. “Saya ingin kita memperhatikan bersama aspek-aspek teknis dari moda transportasi yang akan digunakan. Kita pastikan tidak ada yang terlewat berkaitan dengan persiapan teknis, sehingga seluruh moda transportasi benar-benar berkeselamatan,” ujar Dudy.


Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H. (Istimewa) 

Ia juga meminta para pemangku kepentingan mengantisipasi lonjakan penumpang. Maskapai diminta menyiapkan penerbangan tambahan jika diperlukan, mengingat tren pemesanan tiket yang mulai meningkat. Selain itu, Pelindo diingatkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di area penampungan kendaraan, terutama setelah pengalaman kepadatan pada periode Nataru 2025–2026.

“Kita ingin pelaksanaan Angkutan Lebaran berjalan tertib sesuai komitmen bersama. Koordinasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi faktor penting agar tidak terjadi gangguan yang berdampak pada kelancaran dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Awaluddin menyampaikan kesiapan Jasa Raharja dilakukan secara menyeluruh sejak pra-mudik, masa arus mudik, hingga arus balik Idulfitri 2026.

“Kami dari Jasa Raharja tahun ini melakukan kesiapan yang terintegrasi, baik menjelang arus mudik, saat arus mudik, maupun arus balik. Bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya, kami telah melakukan survei jalur serta pemetaan titik rawan kecelakaan,” kata Awaluddin.

Ia menjelaskan, petugas Jasa Raharja di 63 cabang dan 29 kantor wilayah turut melakukan ramp check bersama Direktorat Lalu Lintas di masing-masing Polda. Kegiatan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Dalam mendukung pengamanan Lebaran, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 pos pelayanan terpadu. Salah satu titik disiapkan di KM 81 yang difungsikan sebagai check point untuk pengecekan kesehatan dan layanan pendukung di luar rest area.

Selain penguatan di lapangan, Jasa Raharja mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit untuk memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat. Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja juga memperkuat digitalisasi sistem santunan, integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit, serta peningkatan standar pelayanan publik.

“Tahun ini kami mengoptimalkan proses zero pending claim, sehingga masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dapat kami layani dengan sebaik-baiknya dan seefektif mungkin. Ini bagian dari komitmen kami dalam memberikan asuransi kecelakaan secara cepat dan transparan,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)