Destry Paparkan 5 Strategi Jika Terpilih Jadi Gubernur BI

Calon Gubernur BI Destry Damayantidalam uji kelayakan dan kepatutandi Komisi XI DPR RI. Foto: Tangkapan layar YouTube Breaking News Metro TV.

Destry Paparkan 5 Strategi Jika Terpilih Jadi Gubernur BI

Husen Miftahudin • 26 August 2026 18:16

Jakarta: Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengusung visi menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons berbagai tantangan perekonomian. Ia juga ingin memperkuat kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Mempertimbangkan tantangan perekonomian serta mandat yang diemban oleh Bank Indonesia, maka bila kami mendapatkan amanah menjadi Gubernur Bank Indonesia, kami akan jalankan visi yang ditopang dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis," kata Destry dalam paparannya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI, dikutip dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.

Destry menyampaikan tiga misi yang akan menjadi landasan dalam menjalankan visi tersebut. Pertama, menjaga stabilitas sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kedua, berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketiga, memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih. Ketiga misi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima inisiatif strategis.
 

 

Perkuat bauran kebijakan


Inisiatif strategis pertama adalah memperkuat bauran kebijakan BI. Destry mengatakan bauran kebijakan akan terus diperkuat untuk merespons tekanan terhadap sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, menjaga stabilitas harga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Inisiatif kedua berkaitan dengan kebijakan lalu lintas devisa (LDD). Destry menyebut kebijakan tersebut akan menjadi perhatian serius sesuai dengan mandat BI berdasarkan undang-undang.

Menurut dia, berbagai tantangan di sektor eksternal, baik dari sisi makro maupun infrastruktur LDD, membutuhkan refocusing dan revitalisasi kebijakan. Pengawasan berbasis digital dan supervisory technology (suptech) juga akan diperkuat.

"Hal ini amat penting mengingat potensi under-invoicing yang cukup besar, namun kami tidak bisa sendirian karena data terkait LDD melibatkan banyak pihak," jelas Destry.

Inisiatif strategis ketiga berkaitan dengan keuangan inklusif dan berkelanjutan. Destry menilai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Ia menyebut inklusi keuangan dan keuangan syariah sebagai salah satu game changer bagi Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Destry juga berencana memperkuat pembiayaan inklusif melalui kebijakan makroprudensial. Di sisi lain, kebijakan keuangan berkelanjutan BI akan terus disempurnakan, termasuk dalam instrumen dan metode penghitungan emisi serta karbon yang digunakan perusahaan dan perbankan.


(Gedung Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani)
 

Perkuat tata kelola dan inovasi


Inisiatif strategis keempat, lanjut dia, adalah memperkuat tata kelola kelembagaan dan inovasi. Destry menilai semakin besarnya mandat BI harus diimbangi dengan kelembagaan yang semakin kuat.

"Kredibilitas Bank Indonesia bukan sesuatu yang dapat dibangun secara instan, tetapi merupakan hasil akumulasi dari integritas, konsistensi, inovasi dan sinergi jangka panjang," ujar Destry.

Sementara itu, inisiatif kelima adalah Sinergi Merah Putih yang menjadi benang merah seluruh kebijakan BI. Destry meyakini keberhasilan BI tidak hanya ditentukan kemampuan bekerja secara mandiri, tetapi juga kemampuan membangun sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut akan diarahkan pada berbagai program yang selaras dengan Asta Cita, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan daerah, digitalisasi ekonomi, hingga reformasi kelembagaan.

Dalam menjalankan kebijakan, Destry mengatakan akan mengedepankan prinsip 3I, yakni impactful, inklusif, dan integrasi. Seluruh prinsip tersebut, menurut dia, membutuhkan sinergi agar dapat diwujudkan.

"Buat kami sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih kalau kita bekerja sendirian," kata Destry.

Diketahui, Destry saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI dan menjadi calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI. Ia menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI secara sukarela dengan alasan pribadi pada 25 Juli 2026.

(Husen Miftahudin)