Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Metro TV
AHY Harapkan Transportasi Semakin Terjangkau Bagi Warga di Masa Mudik
Fajar Nugraha • 12 March 2026 10:08
Jakarta: Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pastikan infrastruktur tol sudah siap digunakan masyarakat.
AHY berpesan kepada segenap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, utamakan keselamatan. Tetap nomor satu adalah bagaimana menjaga, keluarga dan juga orang lainnya yang menggunakan jalan yang sama.
“Kita berharap dengan kebijakan pemerintah yang juga berusaha untuk memberikan insentif, memberikan diskon tarif jalan tol, diskon tiket pesawat, kapal, dan kereta,” ujar Menko AHY, saat Pelepasan Tim Monitor Mudik Metro TV 2026, dikutip dari Metro TV, Kamis 12 Maret 2026.
“Ini diharapkan juga membuat transportasi semakin terjangkau bagi masyarakat dan ini juga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi di berbagai daerah. Saya rasa itu yang paling penting,” imbuh AHY.
Menko AHY juga menyebutkan bahwa pemerintah terus dorong agar perbaikan-perbaikan jalan di sejumlah ruas bisa dikejar progresnya. Pemerintah juga punya DRU, Disaster Relief Unit, dari Kementerian Pekerjaan Umum yang siap dengan alat-alat berat dan material yang juga siap digunakan. Dan tentunya Kementerian Perhubungan sendiri bekerjasama tentu dengan Kor Lantas Pori, dengan Jasa Marga, dengan Jasa Raharja, dan semua stakeholders lainnya sekali lagi memastikan agar perhubungan, transportasi di semua wilayah ini berjalan dengan baik.
“Kereta kita siap, pesawat kita siap, dan kapal kita juga siap. Saya yakin semuanya sudah berusaha disampaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat,” imbuh AHY.
Sementara Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa operasi Ketupat ini adalah operasi kemanusiaan. Jadi keamanan, selamatan itu yang paling utama. Maka dari itu negara hadir untuk mempersiapkan semuanya.
“Perjalanan mudik dan balik itu adalah harus kami yakinkan aman. Dengan segala kegiatan yang sudah secara kolaborasi, baik skenario rekasial lalu lintas, termasuk cara-cara pertindak taktis di lapangan, baik itu adanya pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, termasuk juga teknologi yang bisa memantau arus lalu lintas, termasuk yang bisa memantau semua kriminalitas yang ada di Indonesia,” pungkas Irjen Agus Suryonugroho.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com