Agen ICE Coba Masuk Paksa ke Konsulat Ekuador di Minneapolis

Logo ICE terpasang di sebuah kendaraan milik agen federal. (Anadolu Agency)

Agen ICE Coba Masuk Paksa ke Konsulat Ekuador di Minneapolis

Willy Haryono • 28 January 2026 13:18

Quito: Pemerintah Ekuador melayangkan protes keras kepada Amerika Serikat pada Selasa, 27 Januari, setelah seorang agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (Immigration and Customs Enforcement/ICE) diduga mencoba masuk secara paksa ke kantor Konsulat Ekuador di Minneapolis. Insiden tersebut memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat.

Kementerian Luar Negeri Ekuador menyatakan staf konsulat berhasil menghadang agen tersebut untuk melindungi sejumlah warga negara Ekuador yang berada di dalam misi diplomatik. Pemerintah Presiden Daniel Noboa segera mengirimkan nota protes kepada Kedutaan Besar AS di Quito serta menuntut jaminan agar kejadian serupa tidak terulang di kantor konsuler Ekuador mana pun di wilayah AS.

Berdasarkan hukum internasional, aparat penegak hukum dilarang memasuki wilayah konsulat atau kedutaan asing tanpa izin resmi. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat seorang staf konsulat berlari mengunci pintu sambil menegaskan bahwa agen tersebut tidak memiliki kewenangan untuk masuk.

“Ini adalah Konsulat Ekuador. Anda tidak diizinkan masuk,” teriak staf tersebut kepada agen ICE, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu, 28 Januari 2026. Agen tersebut dilaporkan sempat melontarkan ancaman sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Kementerian Luar Negeri Ekuador mengonfirmasi telah mengaktifkan protokol darurat untuk memastikan keselamatan staf dan warga negara di dalam gedung konsulat. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan nasional di AS terkait kebijakan deportasi massal yang diinstruksikan Presiden Donald Trump, dengan Minneapolis menjadi salah satu titik panas.

Situasi semakin memanas setelah dua pengunjuk rasa dilaporkan tewas ditembak oleh agen ICE sepanjang bulan ini, termasuk satu insiden fatal pada Sabtu lalu yang memicu gelombang protes besar.

Sentimen publik terhadap aparat imigrasi juga diperburuk oleh beredarnya foto viral seorang anak laki-laki asal Ekuador berusia lima tahun yang dikawal paksa oleh agen imigrasi.

Meski Presiden Trump sebelumnya menyatakan akan melakukan deskalasi terbatas terkait ketegangan di Minnesota, insiden di konsulat Ekuador menunjukkan situasi di lapangan masih sangat volatil. Penjagaan di sekitar kantor-kantor misi asing di wilayah Minneapolis dilaporkan diperketat guna mencegah terulangnya konfrontasi serupa. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Trump Masih Bela Agen ICE, Sebut Korban Penembakan Seharusnya Tidak Bawa Senjata

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)