Ilustrasi - RTH Kaca Mayang di Jalan Sudirman Pekanbaru yang sempat ditutup akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru
Kualitas Udara Membaik, RTH di Pekanbaru Kembali Dibuka
Silvana Febiari • 26 September 2026 14:20
Pekanbaru: Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, kembali membuka ruang terbuka hijau (RTH) setelah ditutup sementara selama sepekan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan seiring membaiknya kualitas udara di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan lokasi yang kembali dibuka yakni RTH Putri Kaca Mayang, RTH Tunjuk Ajar Integritas, serta Taman Kota di Jalan Diponegoro. Pembukaan dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di Pekanbaru berada dalam kategori sedang.
"Mulai kemarin kita buka lagi karena kualitas udara terpantau sudah dalam kategori sedang," kata Reza di Pekanbaru, dilansir Antara, Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga :
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kondisi udara. Warga diimbau tetap menggunakan masker, mengingat kondisi cuaca dan paparan asap masih dapat berubah atau fluktuatif.
Saat ini, Pekanbaru berada dalam kondisi nol titik panas. Namun, kabut asap masih berpotensi masuk ke wilayah Kota Pekanbaru akibat pergerakan angin dari daerah yang terdampak karhutla.
"Karena ada banyak asap-asap kiriman, tentunya kita tetap harus waspada menggunakan masker. Dan untuk orang tua, untuk menjaga anak-anaknya dan memperhatikan kesehatan anak-anaknya saat bermain kan di sana," ucapnya.

Kapolda Riau Herry Heryawan memantau penanganan karhutla di Pelalawan lewat patroli udara. (Dok. Istimewa)
Dinas LHK Kota Pekanbaru akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Jika kondisi udara kembali memburuk akibat kabut asap, Pemkot Pekanbaru tidak menutup kemungkinan akan kembali melakukan penutupan sementara terhadap RTH dan taman kota.
"Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang beraktivitas di ruang terbuka," ujarnya.