Tiba di Soetta, Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Hilang Langsung Dibawa ke Carita

Petugas dari kepolisian mengangkat peti jenazah Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, setelah diterbangkan dari Bengkulu pada Kamis (24/9/2026). ANTARA/A

Tiba di Soetta, Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Hilang Langsung Dibawa ke Carita

Lukman Diah Sari • 24 September 2026 09:27

Tangerang: Jenazah Sukarman, 60, salah satu kru kapal rombongan jurnalis hilang di perairan Selat Sunda telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, pada Kamis pagi, 24 September 2026. Jenazah diterbangkan dari Bengkulu menggunakan maskapai Batik Air (nomor penerbangan ID-6817). 

Jenazah Sukarman mendarat di Terminal Kargo Bandara Soetta sekitar pukul 07.35 WIB. Kedatangan jenazah langsung disambut oleh Bupati Pandeglang Dewi Setiani di fasilitas human remains transit lounge guna melangsungkan proses serah terima dari perwakilan Polda Bengkulu.

Usai prosesi serah terima, jenazah langsung diberangkatkan menggunakan ambulans menuju kediaman duka di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polda Bengkulu dan juga Polda Banten yang sudah memfasilitasi kepulangan warga kami. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan," ujar Bupati Dewi di Terminal Kargo Soetta, melansir Antara.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang memastikan akan mendampingi seluruh prosesi pemulangan jenazah Sukarman secara penuh hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

"Kami akan mengantarkan sampai prosesi disalatkan dan juga dimakamkan," kata dia.

Jenazah Surakman atau Sukarman (60) yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang tiba di Kargo Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kamis pagi (24/9/2026). ANTARA/Anggi Mayasari

Di sisi lain, terkait status dua warga Pandeglang lainnya yang masih berstatus hilang, Dewi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan dan membuka ruang koordinasi bersama tim SAR gabungan.

"Kami pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab dan kewenangan tersendiri, tapi kami menghormati semua keputusan dan langkah operasional yang diambil oleh pihak Basarnas, TNI, dan Polri," ungkap Dewi.

(Lukman Diah Sari)