Ilustrasi. Foto: Freepik.
Program Diskon Diyakini Katrol Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 hingga 5,6%
Husen Miftahudin • 13 February 2026 10:50
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian Indonesia mampu mencetak pertumbuhan sebesar 5,6 persen pada kuartal I-2026 lantaran ada stimulus diskon transportasi pada periode libur Hari Besar Nasional (HBN) Idulfitri 2026.
"Kami kasih diskon itu agar menggeret perekonomian," ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 13 Februari 2026.
Stimulus itu merupakan kelanjutan dari insentif HBN sebelumnya yang menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian.
Pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, misalnya, mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat hingga 5,39 persen.
"Kalau pertumbuhan ekonomi kuartal I proyeksinya 5,6 persen kira-kira," tutur Purbaya menambahkan.
| Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp12,83 Triliun untuk Paket Stimulus Kuartal I, Ini Rinciannya |

(Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok Istimewa)
Diskon tarif transportasi saat Lebaran
Pemerintah menyiapkan kebijakan insentif ekonomi berupa diskon tarif transportasi pada periode libur HBN Idulfitri 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp911,16 miliar, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci untuk moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tarif senilai 30 persen dari harga tiket yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. Diskon itu berlaku untuk perjalanan periode 14 sampai 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.
Kemudian, untuk moda transportasi angkatan laut, diskon diberikan sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, yang berlaku untuk periode 11 Maret hingga 5 April dengan target 445 ribu penumpang.
Sementara untuk tiket angkutan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), diskon tarif berlaku sebesar 100 persen untuk komponen jasa kepelabuhanan. Diskon berlaku pada periode 12-31 Maret dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Sedangkan untuk angkutan udara, pemerintah menyiapkan diskon tarif sebesar 17 persen hingga 18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri sepanjang periode 14 sampai 29 Maret 2026. Diskon ini ditargetkan menyasar 3,3 juta penumpang.