Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: CGTN
Menlu Iran: Agresor Bertanggung Jawab Penuh Atas Ketidakstabilan Selat Hormuz
Dimas Chairullah • 23 April 2026 18:39
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihak agresor harus bertanggung jawab sepenuhnya atas setiap ketidakstabilan yang terjadi di Selat Hormuz yang strategis.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Araghchi saat menerima kunjungan utusan khusus Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Chung Byung-ha, di Teheran pada Rabu waktu setempat.
Diplomat senior Iran itu secara gamblang menuding agresi militer Amerika Serikat (AS) dan rezim Israel sebagai dalang utama di balik rentetan ketidakamanan yang melanda kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini.
"Iran, sebagai negara pesisir Selat Hormuz, telah mengambil langkah-langkah sesuai dengan hukum internasional dan peraturan domestiknya untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional dari ancaman agresi AS dan rezim Zionis," ujar Araghchi, dikutip dari Press TV, Kamis, 23 April 2026.
Sebagai informasi, Teheran sempat menutup jalur krusial tersebut pasca-agresi pada 28 Februari lalu. Jalur ini sempat dibuka kembali tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.
Namun, per 18 April, Iran kembali memberlakukan blokade total. Keputusan mutlak ini diambil sebagai langkah balasan setelah Trump menyatakan bahwa AS akan tetap melanjutkan blokade laut ilegal mereka terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Tentu saja, tanggung jawab atas konsekuensi yang timbul dari situasi ini terletak sepenuhnya pada pihak yang melakukan agresi," tambah Araghchi.
Ia pun mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas dan mengutuk agresi serta kejahatan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap rakyat Iran.
Di akhir pertemuannya, Araghchi menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Iran dan Korea Selatan. Hal ini disambut baik oleh Chung Byung-ha yang menyampaikan harapan Seoul agar diplomasi dapat segera mengakhiri konflik dan mengembalikan stabilitas keamanan di Timur Tengah.