Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto: MI/Naufal Zuhdi.
Pasokan Pangan Dipastikan Aman saat Kemarau, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Husen Miftahudin • 24 July 2026 14:54
Bandung: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi musim kemarau. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah guna menjaga pasokan beras dan komoditas pangan strategis tetap tersedia.
"Sekarang masih ada hujan, kan kita siap. Jadi kalau pangan aman, tidak usah khawatir. Stok kita ada lima juta ton beras lebih. Terus kita punya telur ayam. Bahkan tahun ini dan tahun depan, kita akan berusaha keras untuk menaikkan nilai tukar nelayan," kata Zulhas di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Zulhas, ketersediaan stok pangan yang memadai menjadi modal pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah potensi dampak musim kemarau. Selain menjaga pasokan pangan, pemerintah terus memperkuat sektor perikanan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Salah satu upaya yang ditempuh ialah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nelayan.
Menurut Zulhas, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tukar nelayan melalui penguatan fasilitas perikanan dan peningkatan posisi tawar hasil tangkapan.
"Kita akan bangun 40 ribu desa untuk ikan tematik. Setiap desa itu anggarannya Rp1,2 miliar. Sehingga tahun depan saya kira nilai tukar nelayan ikan itu akan naik," papar dia.

(Ilustrasi musim kemarau. Foto: Zechen Li/Pexels)
Nilai tukar nelayan naik, kesejahteraan meningkat
Zulhas menargetkan nilai tukar nelayan yang saat ini berada di kisaran 103 dapat meningkat menjadi sekitar 120 pada tahun depan. Peningkatan tersebut diharapkan tercapai melalui berbagai program pemberdayaan, pembangunan infrastruktur perikanan, dan dukungan lintas kementerian serta lembaga.
"Yang paling rendah sekarang nelayan masih 103. Tahun depan kita akan berupaya agar pendapatannya kira-kira sampai 120," ungkap dia.
Pemerintah juga mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Menurut Zulhas, penyediaan fasilitas yang memadai akan meningkatkan posisi tawar nelayan dalam menjual hasil tangkapan sehingga pendapatan mereka ikut meningkat.
"Kalau fasilitas tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik dan kesejahteraan ikut terdongkrak," jelas Zulhas.