GIHES 2026 Kenalkan Sistem Pendidikan Pesantren ke Tingkat Dunia

Ilustrasi santri. Foto: Dok. Istimewa.

GIHES 2026 Kenalkan Sistem Pendidikan Pesantren ke Tingkat Dunia

Fachri Audhia Hafiez • 18 August 2026 10:50

Jakarta: Forum internasional Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 siap digelar di Jakarta. Kegiatan ini untuk memperkenalkan serta menggaungkan sistem pendidikan berbasis pesantren ke tingkat dunia.

"Dengan populasi muslim dunia yang mencapai sekitar dua miliar jiwa dan usia median hanya 24 tahun, ia menilai pertanyaannya bukan lagi soal relevansi pendidikan berbasis nilai, melainkan siapa yang akan memimpin percakapan global tentang masa depannya, dan pesantren diyakini punya modal besar untuk mengambil peran tersebut," kata Ketua Panitia GIHES 2026, Anang Rikza Masyhadi, dalam keterangan resminya, Selasa, 18 Agustus 2026.
 


Helatan internasional yang mengusung tema "Exploring and Revealing the Pesantren Education System" ini diinisiasi dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026). Acara dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, di bawah kepemimpinan Anang Rikza Masyhadi, Hadiyanto Arief, dan Adrian Mafatihullah.

Anang Rikza menjelaskan bahwa GIHES 2026 bukan sekadar seminar satu arah, melainkan ruang dialog, jejaring antar-lembaga, serta kolaborasi jangka panjang. Program ini berdiri di atas tiga pilar utama, yaitu Convene (forum tahunan pidato kunci dan diskusi pimpinan), Create (laboratorium pengetahuan dan rekomendasi kebijakan), serta Connect (jejaring aktif antar-lembaga pendidikan Islam).

Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini berakar dari dinamika global, di mana riset dunia menunjukkan tantangan besar terkait kesehatan mental remaja hingga disrupsi keterampilan akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, kompetensi non-teknis masa depan seperti berpikir analitis, ketangguhan, kepemimpinan, dan empati sejatinya telah lama menjadi inti pendidikan karakter di pesantren.


Ilustrasi santri. Foto: Dok. Istimewa.

Rangkaian GIHES 2026 pada hari pertama, Sabtu, 5 September 2026, difokuskan pada peletakan fondasi gagasan besar. Acara akan dibuka oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal dan Ketua MPR Ahmad Muzani, dilanjutkan dengan paparan materi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Pembicara bersama peserta acara akan berbagi perspektif internasional tentang pendidikan holistik. Kami turut mengundang Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar menjadi penutup akhir di sesi hari pertama untuk membicarakan mengenai peluang dan tantangan pesantren dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tuturp panitia GIHES 2026, Hadiyanto Arief.

Sementara itu, agenda hari kedua pada Minggu, 6 September 2026, dirancang secara interaktif melalui dialog paralel serta Leaders Talk yang membahas tata kelola dan keberlanjutan lembaga. Isu yang diangkat mencakup komparasi pendidikan tokkatsu Jepang dengan pesantren, pembentukan identitas generasi muda muslim di Barat, hingga humanisasi teknologi.

Panitia GIHES 2026 lainnya, Adrian Mafatihullah, Puncak kegiatan akan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan antar-lembaga serta Deklarasi GIHES bertajuk "Timeless Values, Future Civilizations".

"Rangkaian summit akan diakhiri secara khidmat melalui Gontor Centenary Gathering bersama para duta besar dan tokoh terkemuka di Gedung Nusantara IV, kompleks DPR/MPR Senayan. Acara ini nantinya akan dipandu secara eksklusif oleh Wakil Ketua MPR RI, KH. Hidayat Nur Wahid," terang Adrian.

(Fachri Audhia Hafiez)