Lindungi Populasi dan Habitat Gajah, Menhut Perkuat Strategi Konservasi

Menhut Raja Juli Antoni (kiri) dan Wamenhut Rohmat Marzuki dalam peluncuran SRAK Gajah Sumatra di Kantor Kemenhut, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.

Lindungi Populasi dan Habitat Gajah, Menhut Perkuat Strategi Konservasi

Fachri Audhia Hafiez • 13 August 2026 00:10

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni resmi meluncurkan Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatra. Kebijakan ini sebagai langkah nyata memperkuat perlindungan populasi serta habitat satwa yang terancam punah tersebut.

"Kita bareng-bareng kawal nih, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus kita bekerja sama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatrra dan Kalimantan," ujar Raja Juli di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
 


Peluncuran dokumen strategis yang digelar tepat pada peringatan Hari Gajah Sedunia ini menekankan pentingnya pendekatan moral dan kepedulian dalam menjaga keberlanjutan habitat gajah. Pasalnya, Kemenhut mencatat tantangan konservasi semakin berat setelah kantong populasi gajah menyusut drastis dari 42 kantong menjadi tersisa 21 kantong.

Raja Juli mengungkapkan, komitmen menyelamatkan satwa dilindungi ini didukung penuh oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ditandai dengan berjalannya proyek Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh serta diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan.


Menhut Raja Juli Antoni (kiri) dan Wamenhut Rohmat Marzuki dalam peluncuran SRAK Gajah Sumatra di Kantor Kemenhut, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.

"Bapak Presiden Prabowo beliau punya pesan yang sama dengan kita, saya merasa sangat konkret sekali terutama untuk gajah ini ya. Pertama ada inisiatif di Pesangan Aceh ya, yang sudah berjalan dengan teman-teman WWF luar biasa. Kemudian dalam perjalanannya kita minta Inpres, terbit Inpres ini, beliau sangat mendukung," ucap Raja Juli.

Di samping itu, pemerintah menggencarkan program koeksistensi antara manusia dan gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Pembangunan pagar pengaman sepanjang lebih dari 100 kilometer terus didorong demi menekan potensi konflik yang kerap memicu kerusakan lahan pertanian hingga menelan korban jiwa.

Ia menambahkan, keberhasilan penerapan SRAK memerlukan sinergi kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, hingga organisasi nonpemerintah (NGO). Kolaborasi ini diharapkan mampu memulihkan ekosistem sekaligus menjamin kelestarian Gajah Sumatra secara jangka panjang.

(Fachri Audhia Hafiez)