Kantor BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Kualitas Udara Palembang Memburuk, Warga Diimbau Waspada
Silvana Febiari • 12 August 2026 20:34
Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai kualitas udara di Kota Palembang, Sumatra Selatan, yang memburuk. Kondisi udara saat ini masuk kategori tidak sehat.
"Memburuknya kualitas udara di Palembang perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap yang terbawa masuk ke wilayah Palembang," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, dilansir dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada pukul 08.00 WIB mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Baca Juga :
Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak Selasa (11/8) malam. Pada pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 104,2 µg/m³ dan kemudian berfluktuasi hingga mencapai 144,4 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB.
Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti pergerakan dan penyebaran asap dari wilayah yang mengalami karhutla. PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
"Untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, kami mengimbau menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan partikulat," ujarnya.

Ilustrasi kualitas udara. Foto: Antara.
Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika konsentrasi PM2.5 meningkat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi konsentrasi PM2.5.