Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) meninjau percepatan perbaikan PLTU Jeneponto di Sulawesi Selatan. (Dok. PLN)
Dirut PLN Tinjau Pembangkit di Jeneponto, Pasokan Listrik Sulbagsel Diperkuat
Duta Erlangga • 15 September 2026 16:17
Jakarta: Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memimpin inspeksi sejumlah pembangkit di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk memastikan peningkatan pasokan listrik pada sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), Senin, 14 September 2026.
Dalam inspeksi tersebut, Darmawan meninjau proses perbaikan PLTU Jeneponto berkapasitas 2 x 100 megawatt (MW) yang dikelola pihak swasta. Pembangkit tersebut mengalami gangguan teknis yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik ke sistem Sulbagsel.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Marimbo Cavalry (depan kiri) dan Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Daniel Karmel Fernando Tampubolon (depan kanan) tengah berdiskusi usai meninjau percepatan perbaikan PLTU Jeneponto di Sulawesi Selatan pada Senin, 14 September 2026. (Dok. PLN)
PLN turut mendukung percepatan perbaikan agar pembangkit dapat kembali memasok listrik ke sistem.
“Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini. Karena itu, kami membantu mempercepat perbaikan PLTU Jeneponto agar dapat segera kembali masuk ke sistem. Bersamaan dengan itu, kami terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan pasokan,” ujar Darmawan.
Daya Mampu Pembangkit Hidro Menurun
Darmawan mengatakan sistem kelistrikan Sulbagsel dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan akibat penurunan daya mampu sejumlah pembangkit hidro.Kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Niño berdampak pada produksi sejumlah pembangkit, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM).
Daya mampu agregat pembangkit hidro tercatat turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW atau berkurang sekitar 600 MW. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di Sulbagsel.
Baca Juga :
PLN Siapkan Tambahan 627 MW
Untuk meningkatkan pasokan, PLN menjalankan sejumlah langkah secara simultan. Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas hingga 627 MW.PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan potensi ketersediaan air bagi pembangkit hidro.
.jpg)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) ketika memantau langsung percepatan perbaikan PLTU Jeneponto di Sulawesi Selatan pada Senin, 14 September 2026. (Dok. PLN)
Namun, kondisi atmosfer yang kering membuat ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas.
“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.
Siapkan Penguatan Sistem Jangka Panjang
Untuk jangka panjang, PLN menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel agar lebih beragam dan fleksibel dalam menghadapi dinamika pasokan listrik.Sesuai arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW), PLN akan memperkuat sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS).