Korsel Siapkan 1.431 Peralatan Medis untuk Korut sebagai Bantuan Kemanusiaan

Rumah Sakit Soonchunhyang University di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. (Anadolu Agency)

Korsel Siapkan 1.431 Peralatan Medis untuk Korut sebagai Bantuan Kemanusiaan

Willy Haryono • 20 September 2026 14:45

Seoul: Korea Selatan berencana mengirim lebih dari 1.400 peralatan medis, termasuk defibrilator eksternal otomatis, ke Korea Utara sebagai bagian dari program bantuan kemanusiaan di bidang kesehatan.

Mengutip dari Anadolu Agency, Minggu, 20 September 2026, Kementerian Unifikasi Korea Selatan telah menyusun daftar 1.431 barang medis yang mencakup 166 kategori untuk sebuah rumah sakit di Pyongyang.

Peralatan tersebut dibutuhkan untuk keperluan diagnosis, operasi, dan perawatan, demikian dilaporkan kantor berita Yonhap mengutip dokumen pemerintah.

Peralatan yang diperkirakan bernilai USD6,75 juta itu mencakup perangkat diagnostik seperti mesin sinar-X, stetoskop, dan alat pengukur tekanan darah. Daftar tersebut juga mencakup meja operasi serta berbagai peralatan untuk keperluan bedah dan perawatan.

Kementerian Unifikasi mengatakan rencana tersebut masih bergantung pada pembahasan dengan pihak Korea Utara dan dapat mengalami perubahan.

Kesediaan Pyongyang menerima bantuan tersebut juga masih belum jelas. Pertukaran dan jalur dialog antar-Korea nyaris tidak berjalan di tengah memburuknya hubungan antara kedua negara.

Pada Mei lalu, Seoul memperoleh pengecualian sanksi dari komite Dewan Keamanan PBB yang menangani sanksi terhadap Korea Utara untuk memberikan peralatan tersebut.

Sejumlah anggota parlemen Korea Selatan di Majelis Nasional menyampaikan kekhawatiran atas rencana itu. Mereka menilai peralatan medis dapat dialihkan untuk produksi senjata biokimia atau digunakan kembali untuk memeriksa kelemahan dalam sistem persenjataan.

Namun, Menteri Unifikasi Chung Dong-young menepis kekhawatiran tersebut. Dia mengatakan bantuan medis kemanusiaan seharusnya tidak dikaitkan dengan kebijakan militer Korea Utara.

Chung juga mengatakan kondisi medis di Korea Utara cukup memprihatinkan sehingga bantuan tersebut perlu segera diberikan.

Baca juga: Presiden Korsel Lee Jae-myung Ajak Korut Berdialog untuk Akhiri Perang Korea

(Willy Haryono)