Kunjungi Korban Gempa di Labuan Bajo, Menteri PPPA Pastikan Perlindungan Terus Berlanjut

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengunjungi korban gempa Flores yang masih menjalani masa pemulihan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metro TV/Marianus Marselus

Kunjungi Korban Gempa di Labuan Bajo, Menteri PPPA Pastikan Perlindungan Terus Berlanjut

Metro TV • 24 August 2026 16:23

Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengunjungi korban gempa Flores yang masih menjalani masa pemulihan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Arifah memastikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan perempuan serta anak korban bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat.

“Pemerintah akan memberikan pendampingan hingga para korban memasuki tahap pemulihan, dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujar Arifah saat mengunjungi korban gempa Flores di Labuan Bajo, NTT, dikutip pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kunjungan Menteri PPPA diawali dengan mendatangi posko Kementerian Sosial. Posko tersebut menampung sejumlah korban gempa Flores yang masih membutuhkan perawatan dan pemulihan.

Korban yang berada di posko ini sebelumnya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, dan diterbangkan ke Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Salah seorang warga susah berjalan akibat cedera yang dialami saat gempa Flores. Metro TV/Marianus Marselus

Arifah yang didampingi psikolog anak Seto Mulyadi (Kak Seto) kemudian meninjau kondisi korban. Mereka memastikan kebutuhan perempuan dan anak terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian selama masa pemulihan.

Kunjungan dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Daerah Komodo, Labuan Bajo, untuk melihat langsung penanganan pasien korban gempa, khususnya perempuan dan anak. Dalam kunjungan tersebut, Arifah menyerahkan sejumlah alat bantu jalan kepada beberapa korban yang mengalami keterbatasan dalam beraktivitas akibat cedera yang dialami saat gempa.

(
Marianus Marselus)

(Achmad Zulfikar Fazli)