Ilustrasi. Dok Medcom.id
BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 95W, Ini Wilayah Indonesia yang Terdampak
20 August 2026 12:34
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W di wilayah Pulau Hainan, Tiongkok. Kecepatan angin terpantau memiliki maksimum 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Berdasarkan analisis BMKG pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 95W berada di sekitar 19,4 derajat Lintang Utara dan 110,4 derajat Bujur Timur.
Bibit siklon tersebut memiliki tekanan udara minimum 999 hPa. BMKG menyebut bibit siklon ini terbentuk pada 17 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB di luar wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Perkembangan Bibit Siklon 95W
Dalam 12 jam terakhir, citra satelit menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif di sekitar Bibit Siklon Tropis 95W. Peningkatan tersebut ditandai dengan terbentuknya area dense overcast dan deep convection di bagian barat daya sistem.Meski demikian, berdasarkan analisis angin pelapisan, sirkulasi siklonik Bibit Siklon Tropis 95W masih cenderung lemah dan melebar ke bagian barat daya sistem dari lapisan permukaan hingga 700 hPa.
Sementara itu, pada lapisan 500 hPa, sirkulasi siklonik terpantau bergeser ke bagian selatan sistem.
BMKG menjelaskan perkembangan bibit siklon ini didukung oleh sejumlah kondisi atmosfer. Faktor tersebut antara lain aktivitas gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO), suhu muka laut yang hangat, kelembapan relatif yang basah di seluruh lapisan, geseran angin vertikal dalam kategori lemah (10-15 knot), divergensi lapisan atas yang mendukung, serta vortisitas yang mendukung dari lapisan bawah hingga menengah.
Namun, terdapat faktor yang dapat menghambat penguatan Bibit Siklon Tropis 95W yaitu konvergensi lapisan bawah yang masih lemah serta posisi sistem yang berada di daratan.
Prediksi Pergerakan Bibit Siklon 95W
BMKG memprakirakan intensitas Bibit Siklon Tropis 95W akan mengalami peningkatan dalam 24 jam ke depan dan diprediksi bergerak ke arah barat-barat laut memasuki wilayah Leizhou.Sistem ini diperkirakan memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 25-30 knot atau sekitar 46-56 km per jam dengan tekanan udara minimum 997 hPa.
Dalam 48-72 jam ke depan, intensitas sistem diperkirakan kembali meningkat. Hal tersebut ditandai dengan sirkulasi yang semakin terorganisir dan pergerakan sistem menuju arah utara.
BMKG memperkirakan potensi Bibit Siklon Tropis 95W berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan berada pada kategori sedang.
Dampak Bibit Siklon 95W ke Wilayah Indonesia
Meskipun pusat Bibit Siklon Tropis 95W berada di Tiongkok, sistem ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia.BMKG menyebut dampak tersebut berupa potensi gelombang laut kategori sedang di Laut Natuna Utara. Dalam periode 24 jam ke depan hingga 21 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, tinggi gelombang di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 1,25-2,5 meter.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di sekitar Laut Natuna Utara, perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG.
(Siti Nahdia Usman)