Israel Takut ke Layang-layang Anak Gaza, Ancam Lakukan Pembunuhan Terarah

Seorang anak di Gaza yang bermain layang-layang. Foto: Anadolu

Israel Takut ke Layang-layang Anak Gaza, Ancam Lakukan Pembunuhan Terarah

Fajar Nugraha • 24 August 2026 08:32

Gaza: Militer Israel menyatakan bahwa empat layang-layang yang ditemukan tidak membawa bahan mencurigakan dan tidak berbahaya.

Layang-layang yang diterbangkan oleh anak-anak di Jalur Gaza telah memicu ancaman Israel untuk melakukan pembunuhan terarah dan evakuasi kawasan permukiman, meskipun militer Israel mengakui bahwa layang-layang yang ditemukan di dekat Gaza tidak membawa bahan mencurigakan dan tidak berbahaya.

Media Israel melaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa sejumlah layang-layang telah mencapai wilayah permukiman di dekat Jalur Gaza.

Informasi lapangan yang diperoleh Anadolu menunjukkan bahwa layang-layang tersebut umumnya diterbangkan oleh anak-anak sebagai sarana rekreasi, terutama di kamp-kamp pengungsian, saat mereka mencari sedikit hiburan di tengah kondisi keras akibat genosida yang dilakukan Israel di wilayah kantong tersebut.

Layang-layang ringan ini dikendalikan menggunakan tali dari darat. Namun, jika tali putus, embusan angin dapat membawanya hingga ke luar wilayah Gaza, di mana terdapat kawasan permukiman yang hanya berjarak beberapa kilometer dari permukiman Israel di seberang perbatasan.

Ancaman Israel

Meskipun tidak ditemukan bahan peledak pada layang-layang yang ditemukan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz pada Minggu mengancam akan meningkatkan operasi pembunuhan terarah di Gaza dan mengevakuasi warga Palestina dari kawasan permukiman jika peluncuran semacam itu terus berlanjut.

Dalam pernyataan bersama setelah penilaian keamanan yang dihadiri oleh Kepala Staf Umum militer Israel Eyal Zamir dan pejabat tinggi militer lainnya, Netanyahu dan Katz memperingatkan bahwa militer akan "meningkatkan operasi pembunuhan terarah" terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Mereka juga mengancam akan mengevakuasi penduduk dari wilayah yang menurut Israel menjadi titik peluncuran layang-layang, balon, atau pesawat nirawak.

Sebelumnya pada hari Minggu, Katz memerintahkan militer untuk bertindak "segera dan tegas" terhadap layang-layang dan balon yang datang dari Gaza.

"Balon itu sama seperti layang-layang, dan layang-layang sama seperti pesawat nirawak, baik membawa bahan peledak maupun tidak," ujar Katz, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 24 Agustus 2026.

Mainan anak-anak

Ancaman tersebut memicu cemoohan sekaligus kekhawatiran di kalangan warga Palestina di Gaza, sebagian khawatir hal itu dapat digunakan sebagai pembenaran bagi eskalasi militer Israel yang lebih luas.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem memperingatkan agar tidak menanggapi klaim Israel mengenai apa yang ia sebut sebagai "mainan anak-anak di kamp pengungsian" tersebut.

"Ancaman-ancaman yang didasarkan pada dalih rekaan ini merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, bahkan sampai pada titik mengancam anak-anak di Jalur Gaza," kata Qassem.

Ia mendesak pemerintah AS, pihak penengah, negara-negara penjamin, dan Dewan Perdamaian untuk menekan Israel agar menghentikan serangan yang menurutnya merusak gencatan senjata, sebuah kesepakatan yang dipatuhi sepenuhnya oleh pihak Palestina.

Negara bersenjata nuklir takut pada layang-layang?

Analis politik Iyad al-Qarra mengatakan kepada Anadolu bahwa ancaman Israel tersebut dapat melayani tujuan militer maupun politik domestik.

Ia mengatakan, ancaman itu bisa menjadi sinyal niat untuk melanjutkan serangan udara yang lebih luas dengan dalih yang lemah, sekaligus memenuhi tujuan politik dalam negeri selama masa pemilihan umum Israel.

Al-Qarra mencatat bahwa kalangan militer dan keamanan Israel sendiri telah menyatakan bahwa layang-layang tersebut tidak menimbulkan ancaman.

Ia berpendapat bahwa Israel berusaha menciptakan situasi eskalasi dan mengalihkan perhatian publik domestik sembari menghindari kewajibannya berdasarkan ketentuan gencatan senjata Gaza.

"Bagaimana mungkin negara bersenjata nuklir sebesar Israel merasa khawatir oleh layang-layang yang diterbangkan anak-anak?" ujarnya.

Militer menyatakan layang-layang ‘tidak berbahaya’

Militer Israel pada hari Sabtu menyatakan bahwa empat layang-layang ditemukan di dekat kawasan Nahal Oz dalam kurun waktu sekitar 24 jam, satu pada hari Jumat dan tiga lainnya pada keesokan paginya.

Setelah melakukan pemeriksaan, militer mengakui bahwa "tidak ditemukan bahan mencurigakan" dan layang-layang tersebut "tidak membahayakan masyarakat."

Pernyataan militer itu tidak menyertakan bukti bahwa layang-layang tersebut sengaja diterbangkan ke wilayah Israel.

Terlepas dari temuan tersebut, para kepala dewan lokal Israel di dekat Gaza menyerukan respons militer, sebelum Katz memerintahkan tindakan terhadap layang-layang yang mencapai Israel dari wilayah kantong tersebut.

Pasukan Israel telah melakukan pelanggaran setiap hari terhadap gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025; pelanggaran ini telah menewaskan 1.286 orang dan melukai 4.257 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.

Israel melancarkan perang terhadap Gaza pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, melukai lebih dari 174.000 orang, dan menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah kantung tersebut.

(Fajar Nugraha)