Presiden Interim Venezuela Bahas Agresi AS dengan Brasil, Kolombia, dan Spanyol

Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez. (EPA / Miguel Gutierrez)

Presiden Interim Venezuela Bahas Agresi AS dengan Brasil, Kolombia, dan Spanyol

Willy Haryono • 10 January 2026 17:52

Caracas: Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan bahwa dirinya telah mengadakan pembicaraan dengan jajaran pemimpin Brasil, Kolombia, dan Spanyol di tengah apa yang ia sebut sebagai agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela.

“Saya telah mengadakan percakapan dengan Presiden Republik Federatif Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva; Presiden Republik Kolombia, Gustavo Petro; serta Presiden Kerajaan Spanyol, Pedro Sánchez, dalam konteks agresi kriminal, ilegal, dan tidak sah yang dilakukan terhadap Republik Bolivarian Venezuela,” kata Rodríguez melalui Telegram, Jumat, 9 Januari 2026.

Menurut Rodríguez, para pemimpin tersebut sepakat mengenai pentingnya mendorong agenda kerja sama bilateral yang luas dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.

Dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026, ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan laporan terperinci mengenai serangan bersenjata terhadap wilayah Venezuela yang, menurutnya, menyebabkan tewasnya lebih dari 100 warga sipil dan personel militer.

Selain itu, Rodríguez menuding telah terjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk pelanggaran imunitas pribadi Presiden Konstitusional Venezuela Nicolas Maduro Moros, serta Ibu Negara sekaligus “Pejuang Pertama," Cilia Flores.

Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, sebelum membawa keduanya ke New York.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dinilai menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.

Merespons operasi tersebut, Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mahkamah Agung Venezuela selanjutnya secara sementara mengalihkan tugas-tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang kemudian dilantik secara resmi sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta pencegahan eskalasi lebih lanjut. Tiongkok mengikuti sikap Rusia dengan menyerukan pembebasan segera pasangan Maduro dan menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.

Baca juga:  Presiden Kolombia Gustavo Petro Akan Bertemu Trump di Gedung Putih

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)