Belum Ada Laporan Kasus, Jateng Siapkan Layanan Kesehatan Antisipasi Superflu

ilustrasi medcom.id

Belum Ada Laporan Kasus, Jateng Siapkan Layanan Kesehatan Antisipasi Superflu

Whisnu Mardiansyah • 8 January 2026 11:27

Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi kabar merebaknya penyakit yang disebut "superflu". Hingga saat ini, belum ditemukan satu pun kasus penyakit tersebut di Jawa Tengah.

Imbauan ini disampaikan dalam program bincang radio "Jateng Bicara" bersama dokter spesialis paru RS Amino Gondohutomo, Dr Prihatin Iman Nugroho, Rabu, 7 Januari 2026. Nugroho menjelaskan bahwa istilah "superflu" merujuk pada virus influenza yang telah bermutasi. Varian baru ini secara spesifik merupakan subtipe Influenza A H3N2 Subclade K.

“Ini sebenarnya influenza yang bermutasi. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, pilek, hingga rasa ngilu di badan,” ujar Nugroho dikutip Media Indonesia

Meski gejalanya mirip, pada penderita dengan penyakit penyerta atau komorbid, kondisi bisa berkembang lebih berat. Tingkat penularan virus ini juga relatif cepat, terutama ketika daya tahan tubuh seseorang menurun.
 


Penularannya terjadi melalui udara, utamanya dari percikan lendir saat batuk atau bersin penderita. “Virus ini memang mudah menular. Namun sampai hari ini, belum ada data atau laporan yang menunjukkan adanya kasus superflu di Jawa Tengah,” tegasnya.

Oleh karena itu, kunci utama adalah pencegahan. Masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah-langkahnya antara lain rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan menggunakan masker saat sakit.

“Tidak selalu harus dengan obat-obatan. Jika daya tahan tubuh baik, tubuh mampu mengeliminasi virus yang masuk,” jelas Nugroho.

Mengenai kesiapan fasilitas kesehatan, Nugroho memastikan bahwa rumah sakit dan tenaga medis di Jawa Tengah telah siaga. Kesiapsiagaan ini sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pengalaman berharga dalam menangani pandemi covid-19 menjadi modal penting untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular lainnya.

“Pengalaman itu menjadi kekuatan kita untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu virus ini merebak. Namun sekali lagi, masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Dr. Nugroho.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)