Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I. Bakom RI
Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I Rampung 99,23 Persen, Pemerintah Targetkan 1.000 Lokasi Tahun Ini
Whisnu Mardiansyah • 1 April 2026 19:47
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I yang dimulai sejak awal September 2025 telah menunjukkan progres signifikan. Hingga 30 Maret 2026, capaian pembangunan tahap I mencapai 99,23 persen.
Pembangunan tahap I mencakup 65 desa atau kelurahan di 60 kabupaten atau kota yang tersebar di 25 provinsi, dengan alokasi anggaran mencapai Rp1,2 triliun.
“Dari target tersebut pada tahun 2025, sebanyak 61 lokasi telah berhasil diselesaikan. Selain itu, pemerintah juga tengah menjalankan pembangunan tahap II yang dimulai sejak Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 17 provinsi dengan alokasi anggaran sebesar Rp660,5 miliar,” ungkap Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan, progres pembangunan tahap II telah mencapai 16,68 persen per 30 Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Ke depan, pemerintah membidik lonjakan besar dengan menargetkan pembangunan 1.000 lokasi KNMP pada tahun 2026.
Qodari menjelaskan, pembangunan ini mengimplementasikan pendekatan berbasis klaster dengan membangun fasilitas secara kolektif, seperti cold storage atau gudang pendingin, pabrik es, bengkel kapal, hingga sentra kuliner.
Untuk memastikan keberlanjutan operasional nelayan, pemerintah turut membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di lokasi KNMP guna menjamin pasokan bahan bakar minyak lebih dari 86.000 kiloliter per bulan.
Menurut Qodari, KNMP bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk intervensi sistematis negara untuk memperkuat posisi nelayan, membuka akses pasar, serta menjadikan mereka sebagai pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.
Manfaat nyata program ini telah terbukti di lokasi modeling nasional Desa Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Berkat fasilitas yang terintegrasi, wilayah tersebut sukses meningkatkan produktivitas nelayan hingga 101 persen, dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per tahun. Selain itu, program ini juga meningkatkan waktu produktif melaut sebesar 44 persen, dari 9 hari menjadi 13 hari.

Warsana warga Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu menempati rumah baru Program Kampung Nelayan Sejahtera yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Bakom RI
Peningkatan produktivitas berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pendapatan nelayan tercatat naik 75 persen, dari Rp4,35 juta menjadi Rp7,73 juta per bulan. Nilai tambah dari penjualan ikan juga meningkat tajam hingga 190 persen, dari Rp1,57 miliar menjadi Rp4,57 miliar per tahun. Peningkatan ini terjadi berkat keterlibatan nelayan dalam rantai usaha yang lebih panjang, seperti pengolahan, penyimpanan, dan distribusi.
Lebih lanjut, program ini terbukti berhasil membuka lapangan kerja baru yang signifikan. Jenis pekerjaan bertambah 500 persen, dari dua menjadi 12 jenis, dengan jumlah tenaga kerja yang terserap naik 47 persen.
Secara proyeksi nasional, KNMP diharapkan mampu menyerap hingga 27.000 tenaga kerja, menghasilkan produksi perikanan hingga 2,15 juta ton per tahun. Dengan sistem distribusi yang lebih baik, masyarakat luas diharapkan mendapat ikan segar dengan harga terjangkau.
Qodari menegaskan esensi keberhasilan program secara utuh. “Program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya. Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” ucap Qodari.