MPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Tarik Pasukan Perdamaian di Lebanon

Ketua MPR Ahmad Muzani. Foto: Antara.

MPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Tarik Pasukan Perdamaian di Lebanon

Anggi Tondi Martaon • 31 March 2026 18:54

Jakarta: MPR RI meminta pemerintah mempertimbangkan untuk menarik pasukan perdamaian di Lebanon. Usulan itu disampaikan menyusul gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel ke sekitar markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, penarikan pasukan itu perlu dipertimbangkan. Terlebih jika tidak ada jaminan keamanan bagi prajurit Indonesia.

"Kalau tidak ada jaminan keselamatan bagi pasukan misi perdamaian kita yang merupakan pasukan penjaga perdamaian maka MPR meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh pasukan yang ada di Lebanon," kata Muzani dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Muzani, penarikan pasukan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konstitusi memerintahkan negara untuk melindungi setiap warga negaranya.

"Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI seperti yang terjadi di Lebanon selatan ini," ungkap Muzani.

Selain itu, Muzani menyampaikan MPR mengutuk keras serangan itu. Menurut dia, serangan berulang Israel merupakan tindakan yang "sangat biadab" karena telah merenggut nyawa prajurit yang tengah menjalankan misi perdamaian.

Oleh sebab itu, MPR mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel.

MPR turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut. Menurut Muzani, para prajurit yang gugur merupakan putra terbaik bangsa Indonesia yang mengabdikan diri atas mandat Dewan Keamanan PBB. Karena itu, MPR mengusulkan kepada pemerintah agar mereka diberikan penghargaan.

Ilustrasi pasukan perdamaian. Foto: Dok. UN.

Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026. 

Sementara itu, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan terluka akibat serangan tersebut.

Berselang sehari, PBB melaporkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan pada Senin, 30 Maret 2026. 

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan dua prajurit yang gugur itu adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan. Adapun dua prajurit yang terluka adalah Letnan Satu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)