Sejumlah perahu di pinggir salah satu pantai di Sulut. ANTARA/Karel A Polakitan
Gelombang Tinggi Diprediksi Terjang Perairan Sulut Hingga 23 Januari
Silvana Febiari • 20 January 2026 23:14
Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga Sulawesi Utara (Sulut) tentang potensi gelombang tinggi di beberapa perairan setempat. Fenomena ini diperkirakan terjadi hingga 23 Januari 2026.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi antara 1,25 meter hingga 2,5 meter di wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky D Aror di Manado, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menyebutkan, siklon tropis Nokaen yang berada di timur Filipina memiliki kecepatan angin maksimum hingga 50 knot. Sementara itu, angin di utara Sulawesi umumnya bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan rata-rata 8–20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di Laut Sulawesi dan pesisir utara Sulawesi Utara yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
.jpg)
Ilustrasi gelombang tinggi. (MGN/Feri Jaya Saputra)
Selain itu, di perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, dan perairan laut Maluku.
Dia berharap warga mewaspadai risiko tinggi gelombang yang dapat mengancam keselamatan pelayaran dan perahu nelayan. Warga diingatkan untuk memperhatikan kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.
Operator kapal tongkang, katanya, harus memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sedangkan operator kapal feri perlu mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.