PM Spanyol Pedro Sanchez Janji Ungkap Penyebab Tabrakan Dua Kereta Cepat

PM Spanyol Pedro Sanchez. (Anadolu Agency)

PM Spanyol Pedro Sanchez Janji Ungkap Penyebab Tabrakan Dua Kereta Cepat

Muhammad Reyhansyah • 20 January 2026 10:26

Cordoba: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berjanji akan mengungkap penyebab tabrakan dua kereta cepat di wilayah selatan Spanyol yang menewaskan sedikitnya 40 orang. Pernyataan itu disampaikan saat tim penyelamat masih menyisir puing-puing rangkaian kereta yang hancur akibat kecelakaan tersebut.

Usai meninjau langsung lokasi kejadian, Sanchez juga mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari untuk mengenang para korban. Kecelakaan terjadi pada Minggu malam di Adamuz, dekat Kota Córdoba, ketika sebuah kereta tujuan Madrid keluar dari jalur dan bertabrakan dengan kereta lain yang melaju dari arah berlawanan.

Lebih dari 120 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Gerbong kereta yang melaju ke arah Madrid tergelincir, melintasi rel berlawanan, lalu menghantam kereta yang datang dari arah utara. Insiden ini menjadi kecelakaan kereta api paling mematikan di Spanyol dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Operator jaringan rel nasional Adif menyebut tabrakan terjadi pada pukul 19.45 waktu setempat, sekitar satu jam setelah salah satu kereta berangkat dari Málaga menuju Madrid. Kereta tersebut dilaporkan keluar dari jalur di lintasan lurus sebelum akhirnya bertabrakan.

Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan benturan keras mendorong rangkaian kereta kedua ke arah tanggul. Ia menambahkan, sebagian besar korban tewas dan luka berada di gerbong depan kereta yang sedang menuju selatan dari Madrid ke Huelva.

Proses Investigasi Dimulai

Tim penyelamat menghadapi kesulitan besar dalam proses evakuasi karena rangkaian kereta yang terpelintir dan menumpuk. Sanchez mengunjungi lokasi kecelakaan bersama sejumlah pejabat tinggi pada Senin sore.

“Hari ini adalah hari duka bagi seluruh Spanyol,” ujar Sanchez kepada wartawan, dikutip dari BBC, Selasa, 20 Januari 2026.

“Kami akan mencari kebenaran, menemukan jawabannya, dan ketika penyebab tragedi ini diketahui, semuanya akan diumumkan secara terbuka dengan transparansi penuh,” tambah Sanchez

Puente mengatakan proses investigasi diperkirakan memakan waktu setidaknya satu bulan dan menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang “sangat tidak biasa.” 

Namun, kantor berita Reuters mengutip sumber yang mengetahui penyelidikan awal menyebutkan para ahli menemukan sambungan rel bermasalah yang menyebabkan celah antarrel melebar saat kereta melintas. 

Sambungan tersebut disebut berperan penting dalam mengidentifikasi penyebab kecelakaan, meski harian El País melaporkan belum jelas apakah kerusakan itu menjadi penyebab atau justru akibat tabrakan.

Sebanyak sekitar 400 penumpang dan awak berada di dalam dua kereta tersebut. Layanan darurat menangani 122 korban, dengan 41 orang, termasuk anak-anak masih dirawat di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 12 pasien berada dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif. Puente menegaskan jumlah korban tewas masih bisa bertambah, sementara proses identifikasi korban terus berlangsung.

Kereta yang terlibat adalah tipe Freccia 1000, yang mampu melaju hingga kecepatan maksimum 400 kilometer per jam, menurut juru bicara perusahaan kereta Italia Ferrovie dello Stato.

Seorang jurnalis RTVE, Salvador Jimenez, yang berada di salah satu kereta menggambarkan benturan tersebut terasa seperti gempa bumi. “Saya berada di gerbong pertama. Ada momen ketika terasa seperti gempa dan kereta benar-benar keluar jalur,” ujarnya.

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan beberapa gerbong terguling, sementara petugas penyelamat memanjat badan kereta untuk mengevakuasi penumpang melalui pintu dan jendela yang miring. Seorang penumpang bernama José mengatakan kepada Canal Sur, “Ada orang-orang berteriak, memanggil dokter.”

Layanan Kereta Dihentikan

Seluruh layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota selatan seperti Málaga, Córdoba, Sevilla, dan Huelva ditangguhkan hingga Jumat. Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyatakan mengikuti perkembangan tragedi tersebut “dengan keprihatinan mendalam” dan menyampaikan belasungkawa.

Otoritas Andalusia mengimbau para penyintas untuk segera menghubungi keluarga atau memberi kabar melalui media sosial. Palang Merah Spanyol juga mengerahkan tim tanggap darurat serta menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.

“Keluarga berada dalam kecemasan luar biasa karena kurangnya informasi. Ini adalah saat-saat yang sangat menyakitkan,” kata Miguel Ángel Rodríguez dari Palang Merah kepada radio RNE.

Spanyol terakhir kali mengalami kecelakaan kereta cepat terburuk pada 2013 di Galicia yang menewaskan 80 orang. Negara ini memiliki jaringan kereta cepat terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, dengan panjang lebih dari 4.000 kilometer yang menghubungkan lebih dari 50 kota.

Baca juga:  Spanyol Tetapkan Tiga Hari Berkabung usai Tabrakan Kereta yang Tewaskan 40 Orang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)