Ini Strategi BI Pacu Ekonomi Digital Indonesia

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua dari kanan). Foto: Metro TV/Richard Alkhalik

Ini Strategi BI Pacu Ekonomi Digital Indonesia

Richard Alkhalik • 8 May 2026 10:31

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengarahkan sistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan terintegrasi tidak hanya di tingkat domestik, melainkan merambah hingga lintas negara.

"Kebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan Indonesia," kata Perry dalam forum KSSK II Tahun 2026 di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026

Layanan QRIS Antarnegara

Ekspansi layanan digital tersebut dilakuman dengan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara yang baru saja diresmikan dengan dua raksasa ekonomi Asia.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan kerja sama transaksi menggunakan QRIS lintas batas negara dengan Korea Selatan telah dilakukan secara pada 1 April 2026.

Tak berselang lama, layanan serupa dengan Tiongkok juga mulai diimplementasikan pada 30 April 2026.

(Ilustasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Di dalam negeri, untuk percepatan digitalisasi keuangan Indonesia Ia mengatakan telah meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada 30 April 2026 lalu.

Dari program tersebut, 80 tim telah diseleksi untuk diproyeksikan menjadi calon bisnis digital Indonesia di masa depan.

Inovasi tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari keamanan siber, manajemen risiko keuangan, hingga penciptaan lapangan kerja dan layanan publik.

Sementara itu, Perry juga mengatakan akan terus mendorong percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui optimalisasi Sistem Informasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (SIP2DD) secara triwulanan.

Khusus untuk peredaran uang kartal, Perry memastikan distribusi berjalan optimal pada momen Idulfitri lalu melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)