Ekspor Indonesia Naik 8%, Wamendag Bidik USD315 Miliar

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti

Ekspor Indonesia Naik 8%, Wamendag Bidik USD315 Miliar

Nattasya Amani Vrazeti • 11 August 2026 14:12

Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 menembus USD25,4 miliar atau tumbuh sekitar delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ekspor Indonesia pada Juni 2026 tercatat di angka USD25,4 miliar dan ini naik sebesar delapan persen kalau kita bandingkan dengan data 2025,” ujar Dyah Roro dalam sambutannya di acara “Indonesia F&B Trade Promotion Forum” di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Dyah Roro menyebut secara akumulatif, total nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun ini telah mencapai USD135,2 miliar. Hal tersebut meningkat empat persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Secara kumulatif, nilai ekspor kita naik empat persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu saat ini berada di USD135,2 miliar,” imbuh dia.


(Acara “Indonesia F&B Trade Promotion Forum” di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti)

Targetkan ekspor tumbuh hingga 6,9%

Ia menambahkan pemerintah optimistis tren kenaikan ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Kementerian Perdagangan mematok target pertumbuhan ekspor nasional di kisaran 5,3 hingga 6,9 persen sampai akhir tahun ini.

“Kami di Kementerian Perdagangan, di Bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, yaitu adalah pertumbuhan ekspor Indonesia pada 2026 harapannya di kisaran 5,3 hingga 6,9 persen dengan proyeksi nilai total ekspor kita mencapai USD315 miliar,” kata dia.

Untuk mencapai target tersebut, Kemendag fokus mendorong berbagai sektor unggulan, termasuk industri makanan dan minuman (food and beverage atau F&B), serta memperluas jangkauan pasar ekspor ke negara-negara non-tradisional.

(Eko Nordiansyah)