Penyakit Ginjal Kronis Anak Muda Minim Gejala, Ini Tanda dan Sebabnya

Ilustrasi Pexels

Penyakit Ginjal Kronis Anak Muda Minim Gejala, Ini Tanda dan Sebabnya

Muhamad Marup • 28 March 2026 21:37

Jakarta: Kasus penyakit ginjal kronis pada usia muda mengalami peningkatan. Jika sebelumnya gangguan ginjal lebih banyak dialami kelompok lanjut usia, kini semakin banyak pasien berusia 20–40 tahun yang mengalami penurunan fungsi ginjal hingga memerlukan terapi cuci darah.

Mengutip situs resmi Universitas Indonesia (UI), dokter spesialis penyakit dalam RSUI, Anindia Larasati, mengatakan, kondisi tersebut erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup. Di sisi lain, terjadi peningkatan penyakit tidak menular pada usia produktif.

Penyakit ginjal kronis, kata dia, merupakan kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari tiga bulan. Pada tahap awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak pasien tidak menyadarinya.

"Ketika fungsi ginjal menurun, racun dalam tubuh dapat menumpuk dan memicu berbagai komplikasi kesehatan. Kondisi ini sering kali tidak disadari pada tahap awal karena gejalanya sangat minimal, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini," ujarnya.

Tanda Ginjal Kronis

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Kidney Foundation mengemukakan, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
  • Mudah lelah
  • Pembengkakan pada kaki atau wajah
  • Perubahan warna atau jumlah urin
  • Peningkatan tekanan darah
  • Serta mual yang disertai penurunan nafsu makan.

Ginjal sendiri berperan krusial dalam menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, hingga membantu mengontrol tekanan darah.


Ilustrasi Pexels

Faktor Penyebab

CDC menjelaskan bahwa penyebab utama penyakit ginjal kronis adalah diabetes dan hipertensi yang didapat saat usia muda. International Diabetes Federation (IDF) turut melaporkan bahwa kasus diabetes pada usia produktif mengalami peningkatan, yang berdampak signifikan pada meningkatnya kasus penyakit ginjal.

Sementara itu, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di ginjal menjadi rusak. Tak hanya itu, gaya hidup seperti penggunaan obat antiinflamasi atau suplemen tanpa pengawasan medis dalam jangka panjang turut meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal.

Penerapan gaya hidup sehat secara kontinu merupakan salah satu ikhtiar dalam pencegahan penyakit ginjal sejak usia muda.

Pemeriksaan Rutin

World Health Organization (WHO), CDC, dan National Kidney Foundation merekomendasikan berbagai upaya seperti rutin memeriksa tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi garam dan gula, mencukupi kebutuhan cairan, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis,

Penyakit ginjal kronis yang tidak ditangani sejak awal dapat berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir yang memerlukan terapi seperti hemodialisis, dialisis peritoneal, atau transplantasi ginjal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)