Volume kendaraan masih tinggi melintas di jalur utama Puncak-Cianjur, Jawa Barat, sehingga sejumlah rekayasa arus termasuk sistem satu arah diberlakukan lebih cepat guna antisipasi antrean, Rabu (25/3/2026).ANTARA/Ahmad Fikri
Jalur Puncak Cianjur Diberlakukan One Way ke Bogor
Lukman Diah Sari • 25 March 2026 17:06
Cianjur: Polres Cianjur, Jawa Barat, melakukan sistem satu arah (one way) dari Puncak-Cianjur menuju Bogor untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan, seiring tingginya volume kendaraan menuju wilayah hukum Bogor pada H+4, Rabu, 25 Maret 2026. Penerapan satu arah menuju Bogor dilakukan lebih cepat karena volume kendaraan tujuan Bogor terus meningkat dan diprediksi akan mengalami lonjakan saat tempat wisata tutup.
"Sistem satu arah dipercepat karena volume kendaraan meningkat menuju arah Bogor, terlebih di wilayah hukum Bogor sudah terlihat antrean panjang kendaraan dengan laju tersendat," kata Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi, melansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

Volume kendaraan yang melintas wilayah Kabupaten Cianjur pada puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah mencapai 77.384 unit. (MI/BB)
Untuk mencegah antrean terus memanjang dan berdampak ke wilayah hukum Cianjur, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk menerapkan sistem satu arah pada pukul 14.00 WIB sampai antrean mencair jalur kembali dibuka normal kedua arah. Sedangkan di sepanjang jalur utama Cianjur-Bandung, kendaraan yang melintas terlihat ramai lancar, tidak terlihat antrean hanya laju kendaraan merayap ketika memasuki titik rawan macet seperti Haurwangi dan Pasar Ciranjang.
Puluhan petugas diturunkan guna mengatur kelancaran arus pada H+4 Lebaran, bahkan petugas meminta pengendara khususnya pemudik tujuan balik ke Jabodetabek dan Banten untuk menggunakan jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi agar tidak terjebak antrean di kawasan Puncak.
"Kami mengimbau pengendara khususnya pemudik tujuan Jabodetabek dan Banten untuk menghindari jalur Puncak karena volume kendaraan yang melintas masih tinggi terutama saat petang sehingga dapat memicu antrean panjang kendaraan," jelas dia.
"Kita lakukan berbagai upaya termasuk penyekatan dan penutupan arus secara situasional ketika di jalur Puncak-Cianjur kembali terjadi antrean lebih dari 5 kilometer," ungkap Aang.