Polda Jabar Siapkan Strategi One Way Sepenggal di Jalur Selatan

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan (tengah), Direktur Binmas Polda Jabar juga menjabat sebagai Perwira Pengamat Objek Kombes Pol Wadi Sa'bani (kiri), dan Kepala Subdit Kemanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar AKB

Polda Jabar Siapkan Strategi One Way Sepenggal di Jalur Selatan

Silvana Febiari • 24 March 2026 07:54

Garut: Kepolisian Daerah Jawa Barat (Jabar) menyiapkan strategi satu arah atau "one way" sepenggal untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan bermotor saat arus balik. Kebijakan ini akan diterapkan di jalur selatan dari arah Tasikmalaya dan Garut menuju Bandung.

"Cara bertindaknya tadi dengan kegiatan 'one way' sepenggal, tadi saya kira selama ini cukup efektif untuk mengalirkan kendaraan," kata Direktur Binmas Polda Jabar juga menjabat sebagai Perwira Pengamat Objek Kombes Pol Wadi Sa'bani, dilansir dari Antara, Selasa, 24 Maret 2026. 

Pihaknya melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tetap lancar di sepanjang jalur lintas perbatasan daerah. Jalur tersebut meliputi wilayah Garut, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya.
 


Kondisi jalur selatan Jabar itu, kata dia, memiliki karakteristik titik permasalahan jalur seperti terdapat banyak tikungan, tanjakan dan turunan. Kondisi ini membutuhkan strategi khusus agar laju kendaraan tetap aman dan lancar.

"Kita lakukan 'one way' sepenggal ketika ada kendaraan satu blok atau satu jalur ini merah ataupun artinya ada perlambatan," ujarnya.  

Ia menyebutkan titik masalah lainnya di jalur selatan itu seperti adanya aktivitas masyarakat di Pasar Malangbong, Bandrek, Lewo, dan Limbangan.

Ia menjelaskan bahwa sistem satu arah yang disiapkan akan diterapkan di sejumlah titik rawan gangguan. Selain itu, arus kendaraan akan ditarik ke Malangbong jika antrean mencapai wilayah Gentong di Kabupaten Tasikmalaya, serta dialihkan dari Limbangan ke arah Bandung atau ke jalur yang lebih landai.

"Kita menarik ruas atau menarik kendaraan atau antrean kendaraan yang mengular atau misalnya memanjang ke arah Tasikmalaya," jelasnya.


Ilustrasi arus balik di Jawa Barat. (Dokumentasi/ Metro TV)

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menambahkan bahwa hasil kajian di lapangan menunjukkan adanya dua hambatan utama di jalur selatan Jawa Barat. Hambatan tersebut meliputi perlintasan kereta api dan aktivitas pasar.

Menurutnya, titik masalah itu mendapat perhatian khusus dengan menyiagakan sejumlah personel untuk meminimalisasi antrean panjang kendaraan di jalur mudik. "Nanti mitigasinya seperti apa, akan kita lihat, rekayasa yang kita lakukan nanti tidak terjadi kemacetan," ucapnya.

Ia menyampaikan prediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi di dua waktu yang berbeda. Pada 24 Maret, serta 27 hingga 28 Maret yang menjadi akhir libur Hari Raya Lebaran.

Ia mengatakan bahwa masyarakat yang hendak melakukan perjalanan arus balik sebaiknya memilih waktu yang tepat. Hal ini penting agar tidak terjebak kepadatan di jalur utama wilayah Jabar.

"Kita sudah mengimbau ke masyarakat pemudik yang balik ini tidak di tanggal 24, masih ada waktu jeda yaitu 25, 26, 27, dan 28 (Maret) puncaknya," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)