Ilustrasi jalan tol. Foto: Metro TV.
Jumlah Pemudik Angkutan Umum Naik 8,58 Persen
Fachri Audhia Hafiez • 23 March 2026 11:47
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan signifikan pengguna angkutan umum pada periode Lebaran 2026. Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu, jumlah pemudik yang menggunakan transportasi publik naik sebesar 8,58 persen dibandingkan periode Idulfitri tahun sebelumnya.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 23 Maret 2026.
Secara kumulatif, pergerakan penumpang sejak H-8 (13 Maret) hingga hari H Lebaran (21 Maret) mencapai 10.887.584 orang. Angka ini meningkat dari tahun 2025 yang mencatatkan 10.027.482 penumpang. Kereta api menjadi primadona dengan total 3.349.343 penumpang (naik 13,46%), disusul angkutan penyeberangan sebanyak 2.664.004 orang (naik 14,01%).
Untuk moda udara, tercatat sebanyak 2.397.192 penumpang atau naik 2,95%. Sementara itu, pengguna bus mencapai 1.693.931 orang (naik 9,37%), dan angkutan laut sebanyak 783.114 orang. Pada hari H Lebaran saja, tercatat ada 873.916 orang yang melakukan perjalanan, dengan mayoritas menggunakan kereta api dan pesawat domestik.
Tak hanya penumpang, arus kendaraan pribadi juga terpantau padat. Pada hari H Lebaran, sebanyak 193.237 unit kendaraan tercatat keluar dari gerbang tol Jakarta, sementara yang masuk mencapai 122.074 unit. Pergerakan kendaraan di ruas arteri non-Jabodetabek pun menunjukkan angka tinggi, mencapai 607.366 unit.
.jpg)
Ilustrasi jalan tol. Foto: Dok. Jasa Marga.
Melihat tingginya volume kendaraan dan penumpang, Kemenhub kini mulai mengalihkan fokus pada penanganan arus balik. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi kepadatan luar biasa yang diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan, serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” kata Ernita.