Rerie Ungkap Tantangan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com

Rerie Ungkap Tantangan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga

Muhamad Marup • 26 March 2026 14:47

Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengapresiasi Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 10 Maret 2026.

Program tersebut merupakan bagian upaya pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai karakter baik kepada generasi penerus melalui aktivitas sederhana seperti bercerita, berdialog, dan bermain bersama.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai, realisasi program tersebut tidak mudah. Menurutnya, terdapat tantangan yang harus jadi diantisipasi.\

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 2.031 kasus pelanggaran hak anak terjadi sepanjang 2025, dengan ayah dan ibu kandung menjadi pelaku pelanggaran hak anak terbanyak. 

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaporkan bahwa 42,25% anak usia dini telah mengakses ponsel dan internet, tetapi tingkat pendampingan orangtua hanya sekitar 28,58%.

"Catatan itu menunjukkan masih ada indikasi  lemahnya pola pengasuhan di lingkungan keluarga," ujar Rerie, dalam keterangan resminya, Kamis, 26 Maret 2026.

Dia menjelaskan, penerapan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga butuh dukungan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat. Menurutnya, konsistensi dalam penerapan program tersebut sangat penting untuk menghasilkan dampak positif yang diharapkan. 

“Upaya peningkatan kemampuan orangtua dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak sangat penting untuk merealisasikan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga yang diinisiasi pemerintah,” jelasnya.

Rerie berpendapat bahwa Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga harus dijalankan dengan disiplin dan tidak setengah-setengah. 


Ilustrasi Pexels

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, pengawasan dan evaluasi program secara ketat harus dilakukan untuk memastikan keberlanjutannya. 

Pemerintah pusat dan daerah, ujar Rerie, harus mampu secara konsisten memastikan orangtua dapat hadir secara penuh dalam interaksi dengan anak dalam pelaksanaan program tersebut. 

Rerie sangat berharap praktik baik penguatan karakter berbasis keluarga ini dapat meluas ke seluruh tanah air. Hal itu penting agar setiap anak bangsa memiliki karakter yang kuat dan berdaya saing di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)