Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Metrotvnews.com/Joy Jones
Dinsos DKI akan Tindaklanjuti Laporan Bayi Perempuan Ditelantarkan di Pejaten
Joy Jones • 5 March 2026 16:59
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan Dinas Sosial (Dinsos) DKI segera menindaklanjuti laporan dugaan seorang anak menelantarkan bayi di kawasan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang bayi perempuan berusia dua hari ditemukan dalam gerobak nasi uduk.
“Saya jujur baru semalam kembali, tapi pertama kali saya baca adalah berita itu. Kalau dia mungkin datang di kelurahan, pasti akan ditanggulangi. Minimal Dinas Sosial akan turun langsung,” kata Rano Karno di Bali Kota Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Dia menegaskan Pemerintah Provinsi Jakarta memiliki mekanisme penanganan bagi kasus-kasus sosial, terutama yang melibatkan anak-anak. Dinas Sosial segera melakukan pengecekan di lapangan.
Dia menjelaskan setiap laporan yang muncul di media sosial atau media massa biasanya langsung diteruskan kepada dinas terkait agar segera direspons.
“Dinas Sosial pasti akan aktif. Apalagi kalau sudah di media. Biasanya yang pertama kali saya lakukan adalah membagikan informasi itu kepada dinas terkait untuk menanggulangi atau mengantisipasi,” ujar dia.
Baca Juga:
Bayi Perempuan Sengaja Ditelantarkan di Gerobak Nasi Pasar Minggu |

Ilustrasi anak bayi. Foto: Istimewa
Peristiwa ini bermula dari temuan seorang bayi yang diduga ditinggalkan kakaknya di kawasan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026, sore. Bayi tersebut ditemukan berada di sebuah gerobak penjual nasi uduk.
Di lokasi kejadian ditemukan sepucuk surat yang diduga ditulis seorang anak berinisial Z. Dalam surat itu, penulis mengaku berusia 12 tahun dan menyebut bayi yang ditinggalkan merupakan adik kandungnya yang baru saja lahir sehari sebelumnya.
Dia menuliskan sang adik lahir pada 2 Maret 2026 dan diberi nama AR. Dalam pesannya, Z menjelaskan ibu mereka meninggal dunia saat proses persalinan.
Karena tidak mampu merawat bayi tersebut seorang diri, Z menitipkan adiknya dengan harapan ada orang baik yang bersedia merawat dan membesarkannya.