Polda Sumut Sita 12 Ekskavator Tambang Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel

Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka memberikan keterangan di lokasi. ANTARA/HO-Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.

Polda Sumut Sita 12 Ekskavator Tambang Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel

Whisnu Mardiansyah • 3 March 2026 11:57

Medan: Polda Sumatra Utara menyita sebanyak 12 unit ekskavator yang diduga digunakan untuk menambang emas secara ilegal. Lokasi penambangan liar tersebut berada di wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

"Saat ini, seluruh barang bukti 12 ekskavator tersebut telah diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut," ujar Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka seperti dilansir Antara, Selasa, 3 Maret 2026.

Rantau mengatakan operasi ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolri melalui Kapolda Sumatra Utara terkait adanya video di media sosial yang menunjukkan aktivitas tambang liar di area Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan.
 


Ia menjelaskan, akses menuju lokasi tidaklah mudah. Medan yang ekstrem dan sulit ditembus kendaraan biasa menjadi tantangan utama. Setelah melakukan pemetaan dan pelacakan selama berjam-jam, personel Brimob dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut harus menempuh perjalanan kaki selama lebih dari 12 jam.

Sementara itu, tim pendobrak yang menggunakan kendaraan roda dua memerlukan waktu sekitar 3,5 jam. Hanya kendaraan dengan spesifikasi offroad yang mampu melewati jalur tersebut.


Alat berat yang diamankan Polda Sumut dalam penindakan dugaan tambang emas ilegal di Kabupaten Madina. Foto: Istimewa

"Alhamdulillah, puji Tuhan, 12 ekskavator kami amankan dan beberapa tersangka yang mungkin perannya masing-masing. Nanti yang dalami bukan kami Brimob, tapi Ditkrimsus Polda Sumatera Utara," ucapnya.

Rantau mengungkapkan, saat operasi berlangsung, terjadi dugaan kebocoran informasi. Ketika penyergapan dilakukan pada pagi hari, para pekerja tambang melarikan diri ke arah Mandailing Natal. Meski demikian, pengejaran tetap dilakukan hingga seluruh target alat berat yang diduga digunakan untuk menambang emas ilegal berhasil dikuasai personel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)