Gedung Polda Metro Jaya. Foto: NTMC Polri.
Polda Metro Jaya Gelar Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026
Anggi Tondi Martaon • 18 June 2026 21:26
Jakarta: Polda Metro Jaya menggelar turnamen e-sport Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026. Kegiatan tersebut sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang digital secara positif.
“Turnamen ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip dari Antara, Kamis, 18 Juni 2026.
Budi menjelaskan ?ajang yang mengusung tema 'Dream to Become' ini sekaligus merupakan rangkaian persiapan menuju E-Sport Tournament Kapolri Cup 2026. Diharapkan, e-sport dapat membangun semangat kompetisi yang sehat.
Turnamen ini diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat polres, polda, hingga Grand Final di tingkat Nasional. Melalui skema tersebut, pihaknya membidik lahirnya talenta-talenta baru yang disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.
Selain sebagai ruang prestasi, langkah ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap ekosistem e-sport yang kini telah berkembang menjadi cabang olahraga modern dengan potensi ekonomi kreatif yang besar. Berdasarkan data konsep kegiatan, turnamen ini menargetkan partisipasi yang cukup masif, yaitu mencapai 1.664 tim dengan total sekitar 8.320 peserta.

Poster e-Sport Kapolri Cup 2026. Foto: Antara.
Setiap Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya akan menyelenggarakan babak kualifikasi. Pemenang juara I, II, dan III di tingkat Polres berhak melaju ke tingkat Polda. Selanjutnya, tim terbaik di tingkat Polda akan dikirim sebagai delegasi resmi menuju turnamen tingkat nasional.
Terkait teknis kompetisi, format pertandingan akan menggunakan sistem gugur (single elimination). Pada fase awal, pertandingan menggunakan mekanisme best of three (BO3). Sedangkan pada babak semifinal dan final akan menggunakan sistem best of five (BO5).
Guna menjaga integritas kompetisi, Budi menjelaskan panitia menerapkan pengawasan ketat dengan melibatkan wasit profesional, melarang penggunaan aplikasi pihak ketiga (curang), serta menyiapkan sanksi tegas bagi para pelanggar aturan.
Melalui pendekatan berbasis digital ini, Polda Metro Jaya berharap dapat memperkuat kedekatan antara institusi Polri dan masyarakat. Khususnya generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan menggunakan teknologi secara bijak. Mari jadikan e-sport sebagai ruang positif untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Budi