Tiongkok Peringatkan Israel Agar Tidak Halangi Nota Kesepahaman Iran-AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian. Foto: Press TV

Tiongkok Peringatkan Israel Agar Tidak Halangi Nota Kesepahaman Iran-AS

Fajar Nugraha • 19 June 2026 06:12

Beijing: Tiongkok telah memperingatkan Israel agar tidak menghalangi implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Iran-Amerika Serikat (AS).

Tiongkok juga mendesak semua pihak untuk mengambil langkah konkret guna mendukung perdamaian regional dan menciptakan kondisi untuk negosiasi di masa mendatang.

Beijing pada Kamis menyambut baik penandatanganan memorandum tersebut, menegaskan kembali dukungannya untuk perdamaian dan stabilitas di Asia Barat dan kawasan Teluk Persia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, memperingatkan Israel agar tidak merusak implementasi kesepakatan tersebut, seraya menanggapi kekhawatiran atas fase pertama perjanjian dan putaran negosiasi selanjutnya antara Teheran dan Washington.

“Pada tahap kritis ini, pihak-pihak terkait, termasuk Israel, perlu mengikuti tren perdamaian dan stabilitas yang dominan di kawasan ini dan berbuat lebih banyak untuk membantu Iran dan AS mengimplementasikan kesepakatan tersebut dan mempromosikan negosiasi tahap kedua, bukan sebaliknya,” kata Jian, seperti dikutip Anadolu, Jumat 19 Juni 2026.

Diplomat Tiongkok tersebut selanjutnya menekankan sifat strategis hubungan antara Beijing dan Teheran, menggambarkan kedua negara sebagai mitra lama yang berkomitmen untuk memperdalam kerja sama.

“Sebagai mitra strategis komprehensif Iran, Tiongkok siap untuk mengkonsolidasi dan memperdalam kepercayaan timbal balik politik dengan Iran, meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, dan memajukan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Iran,” kata Lin Jian.

Pernyataan Beijing mencerminkan meningkatnya dukungan internasional untuk MoU Iran-AS dan penentangan terhadap setiap upaya rezim Israel untuk melemahkan implementasinya.

Memorandum 14 poin, yang ditandatangani dari jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis pagi, menyerukan penghentian permanen permusuhan di semua front, termasuk Lebanon, serta pengecualian ekspor minyak, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari, dan pemulihan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Perjanjian tersebut juga mencakup rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi untuk Iran senilai setidaknya USD300 miliar, pencabutan sanksi AS, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan komitmen Iran yang diperbarui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sementara negosiasi terus berlanjut mengenai persediaan uranium yang diperkaya Teheran.

(Fajar Nugraha)