Pasukan Israel di Lebanon tidak lagi bebas bergerak tanpa batas. Foto: Anadolu
AS Akhiri Otorisasi Israel untuk Beroperasi Tanpa Batasan di Lebanon
Fajar Nugraha • 23 June 2026 06:59
Tel Aviv: Israel menerima pesan dari Amerika Serikat (AS) bahwa otorisasi sebelumnya untuk tindakan tanpa batasan di Lebanon telah berakhir.
“AS memberi tahu Israel bahwa otorisasi yang memungkinkan Tel Aviv untuk beroperasi tanpa batasan di Lebanon telah berakhir,” lapor Channel 13 pada Senin, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari Anadolu, Selasa 23 Juni 2026.
Menurut sumber tersebut, Israel menerima pesan dari AS dalam beberapa minggu terakhir bahwa "otorisasi sebelumnya untuk tindakan tanpa batasan di Lebanon telah berakhir."
Saluran tersebut mengatakan Presiden AS Donald Trump "menerapkan pembatasan pada Israel, tidak hanya di Lebanon tetapi juga di arena lain" meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel di Lebanon selatan "memiliki kebebasan bertindak sepenuhnya."
Menurut media tersebut, kepemimpinan politik Israel telah mengeluarkan arahan resmi kepada militer yang menguraikan ruang lingkup pergerakan yang diizinkan dan dilarang di Lebanon.
"Arahan ini melarang operasi di daerah-daerah seperti ibu kota, Beirut, dan distrik Tyre di Lebanon selatan," tambah laporan itu.
Pada Senin pagi, harian Israel Maariv melaporkan perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai situasi di Lebanon.
Surat kabar tersebut mengatakan bahwa Washington memandang Lebanon selatan dalam konteks regional yang lebih luas yang mencakup Selat Hormuz, harga energi, isu nuklir Iran, dan kebutuhan pemerintahan Trump untuk mencapai terobosan diplomatik.
Sebaliknya, Israel percaya bahwa penarikan pasukan yang terlalu dini dari Lebanon selatan dapat diartikan sebagai "tanda kelemahan" dan hadiah bagi Hizbullah, tambahnya.
Serangan militer Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 12.000 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1 juta penduduk mengungsi sejak 2 Maret, menurut otoritas Lebanon.
Israel terus menduduki wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan yang lainnya direbut selama perang 2023–2024.