Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. (X / @DubesAustralia)
Australia Perkuat Ketahanan Energi Indonesia Lewat Tambahan Kargo LPG
Willy Haryono • 22 June 2026 15:08
Jakarta: Australia meningkatkan ekspor Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Indonesia dalam beberapa bulan terakhir untuk membantu memenuhi kebutuhan energi nasional di tengah terganggunya pasokan global akibat penutupan Selat Hormuz.
Peningkatan pasokan tersebut terjadi ketika distribusi energi dari Timur Tengah mengalami hambatan, sehingga memengaruhi rantai pasok LPG internasional.
Sepanjang 2026 hingga saat ini, jumlah kargo LPG dari Australia yang dikirim ke Indonesia tercatat meningkat setidaknya tiga kali lipat dibandingkan sepanjang 2025.
Pasokan tambahan tersebut berasal dari Proyek Ichthys yang dioperasikan oleh perusahaan energi Jepang, INPEX, di Australia.
Tambahan pengiriman LPG itu dinilai membantu Indonesia menjaga ketersediaan pasokan energi domestik pada periode yang krusial.
Perkuat Ketahanan Energi
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengatakan peningkatan perdagangan energi antara kedua negara menunjukkan kuatnya kemitraan bilateral dalam menghadapi tantangan global.“Ketika gangguan di Timur Tengah memengaruhi rantai pasok global, Indonesia dan Australia saling mendukung dengan meningkatnya ekspor urea Indonesia ke Australia serta bertambahnya pasokan LPG Australia ke Indonesia,” kata Brazier, dalam siaran pers Kedubes Australia yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi contoh bagaimana kedua negara dapat saling melengkapi kebutuhan strategis masing-masing di tengah ketidakpastian pasar global.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menilai peningkatan kerja sama energi mencerminkan hubungan erat yang telah terjalin lama antara Jakarta dan Canberra.
“Kerja sama ini mencerminkan persahabatan yang langgeng dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia. Hal ini menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan resiliensi rantai pasok, serta mendorong kepentingan ekonomi bersama,” ujarnya.
Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan terhentinya salah satu sumber utama pasokan LPG dunia, yang berdampak pada rumah tangga dan dunia usaha yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar untuk memasak.
Kargo LPG dari Australia dipasok oleh Ichthys project yang beroperasi di Australia Barat dan Northern Territory. Proyek ini mencerminkan eratnya kerja sama Australia–Indonesia, dengan infrastruktur utama yang diproduksi di Batam, sekaligus menegaskan hubungan yang kuat antara sektor sumber daya lepas pantai Australia dan industri Indonesia.
Baca juga: Bersama Australia, Indonesia Hadirkan Solusi Energi Surya di Pusat Perbelanjaan