Tim gabungan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Padang pada Senin (3/8). (Sumber: BPBD Kota Padang)
Banjir di Padang saat Super El Nino, Pakar BRIN Ungkap Penyebabnya
Muhamad Marup • 5 August 2026 17:46
Jakarta: Banjir melanda kota Padang pada Senin, 3 Agustus 2026. Bencana tersebut memantik pertanyaan mengingat banyak penilaian bahwa El Nino akan terjadi di Bulan Agustus.
Pakar iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin, mengatakan, potensi hujan memang masih ada di Bulan Agustus. Selama dasarian kesatu (1-10 Agustus 2026), terjadi dinamika vorteks di Samudra Hindia dekat pantai barat Sumatra.
"Inilah juga yang menyebabkan hujan deras pemicu banjir di kota Padang. Sejumlah wilayah di Jawa juga hujan," ujar Erma, dikutip dari akun X @EYulihastin, Rabu, 5 Agustus 2026.
Meski begitu, Erma memprediksi temperatur udara lebih panas Agustus hingga Oktober 2026. Menurutnya, Super El Nino juga sudah terbentuk sejak 31 Juli 2026 sehingga tidak perlu ada perdebatan lagi.
(1).jpeg)
Tim gabungan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Padang pada Senin (3/8). (Sumber: BPBD Kota Padang)
Ia menambahkan, El Nino sudah berkembang pada 31 Juli 2026 dan an akan terus bertumbuh 0,1°C per minggu.
"Dengan demikian sudah tak perlu ada perdebatan lagi soal peluang terbentuknya atau apapun nama yang disematkan pada Super El Niño. Kenaikannya 0,1 derajat Celcius setiap minggu," katanya.
Banjir Mulai Surut
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, banjir di sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, berangsur surut, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan lingkungan pascabanjir."Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi kawasan permukiman dengan tinggi muka air mencapai sekitar 150 sentimeter di beberapa titik," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi. Abdul menyebut wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo, yang mencakup sejumlah kelurahan seperti Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih, Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto, Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara, Pagambiran Ampalu Nan XX, hingga Surau Gadang.
"Pendataan terhadap dampak banjir, baik korban jiwa maupun kerugian materiil, masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan," kata Abdul.