Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar home industri narkotika jenis vape ganja jaringan internasional di Bali.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Bongkar Home Industri Vape Ganja di Bali
Hendrik Simorangkir • 25 June 2026 14:58
Tangerang: Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar home industri narkotika jenis vape ganja jaringan internasional di Bali. Tiga warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dan Tunisia diringkus dalam pengungkapan tersebut.
Pengungkapan home industri narkotika di Bali ini merupakan pengembangan dari penangkapan salah satu kurir di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.
"Tiga tersangka yang ditangkap yakni berinisial BSM warga negara Amerika Serikat yang bertugas memproduksi dan mengedarkan. Dua tersangka lainnya berinisial GNH dan AEP warga negara Tunisia. GNH ini bandar ganja, sedangkan AEP seorang kurir," ujar Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana, Kamis, 25 Juni 2026.
Wisnu menuturkan di home industri di Bali, para tersangka memproduksi vape ganja setiap bulannya kurang lebih 2.000 vape. Home produksi narkotika itu sudah beroperasi selama 3 tahun dengan omset kurang lebih Rp10 miliar per bulan.
"2.000 diproduksi dengan nilai per vape-nya dijual kepada masyarakat itu kurang lebih Rp5 juta. Jadi omsetnya kurang lebih Rp10 miliar per bulan selama 3 tahun beroperasi," kata Wisnu.
Baca Juga :
Penyelundupan Ribuan Cartridge Vape Narkotika Digagalkan di Bandara Soetta, 4 WNA Ditangkap
Wisnu menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka, pangsa pasar barang haram yang diproduksi itu akan dijual di wilayah Bali dengan konsumennya warga negara asing.
"Tidak menutup kemungkinan juga dijual secara umum, tapi mungkin karena dia warga negara asing, pangsa khususnya adalah kepada sesama warga negara asing. Nanti kita akan kembangkan lebih lanjut," jelas Wisnu.
Menurut Wisnu, satu warga negara Amerika Serikat dengan dua warga negara Tunisia itu merupakan satu jaringan narkotika internasional.
"Jadi dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memproduksi vape ganja itu dengan mempelajari secara online di dark web yang ada di internet. Mungkin secara otodidak belajarnya," kata Wisnu.
.jpg)
Ilustrasi vape. (Freepik)
Kasat Resnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu menambahkan para tersangka mengedarkan barang haram tersebut melalui komunitas mereka di Bali. Terkait pembeliannya, para konsumen melakukan pembayaran menggunakan cryptocurrency.
"Mungkin mereka kan WNA sulit untuk membikin rekening bank, atau mungkin mereka juga untuk pembayaran untuk di luar negeri, itu mereka menggunakan cryptocurrency. Untuk orang yang beli ke dia pakai kripto," kata Michael.
Terkait bahan baku yang didapatkan tersangka, Michael mengatakan kemungkinan diperoleh langsung diimpor dari Thailand. Terkait supply jalurnya masih dilakukan pengembangan lebih lanjut.
"Bahan utama ganja yang dari Thailand. Karena ada juga beberapa bahan, seperti kratom, ada gliserin, dan sebagainya. Ini kan bisa saja dari luar negeri, juga bisa dari lokal dalam negeri," ungkap Michael.