Kotawaringin Timur Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Selama 185 Hari

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kebakaran lahan di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepri, Selasa, 24 Maret 2026. ANTARA/HO-UPTD Damkar Tanjung Uban

Kotawaringin Timur Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Selama 185 Hari

Silvana Febiari • 8 April 2026 19:10

Kotawaringin Timur: Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Status ini berlaku selama 185 hari, mulai 8 April hingga 10 Oktober 2026.

"Penetapan status siaga yang mencapai 185 hari merupakan langkah strategis untuk memberikan ruang gerak bagi seluruh instansi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, dilansir dari Antara, Rabu, 8 April 2026. 

Penetapan status dilakukan lebih awal, meski BMKG Kotim menyatakan saat ini Kotim masih dalam fase transisi dari musim hujan ke kemarau. Tujuannya agar setiap sektor memiliki waktu untuk memetakan anggaran mitigasi sebelum memasuki fase kritis pada Mei.

“Kami mulai lebih awal, agar seluruh sektoral yang akan terdampak pada bencana karhutla dan kekeringan agar bisa bersiap-siap," ungkapnya.
 


Persiapan tersebut salah satunya meliputi pemetaan pembiayaan rutin agar digunakan secara optimal pada lokasi yang tepat. Dengan begitu, penanganan mitigasi dapat berjalan lebih efektif dan berdaya dinamik.

Menurut Multazam, durasi yang panjang dalam status siaga tidak menjadi masalah karena sifatnya kesiapsiagaan dan pencegahan. Jika kondisi di lapangan memburuk secara drastis, pemerintah akan langsung mengevaluasi parameter yang ada untuk menaikkan status menjadi tanggap darurat yang biasanya berlaku dalam siklus tujuh harian.

“Kalau siaga tidak masalah durasinya panjang, karena itu bagian dari kesiapsiagaan. Nanti apabila terjadi kedaruratan yang sesuai dengan parameter yang kami miliki maka akan kami naikkan statusnya menjadi tanggap, kami melihat eskalasi yang terjadi,” ujarnya.


Kalaksana BPBD Kotim Multazam. ANTARA/Devita Maulina


Kekhawatiran utama BPBD masih terfokus pada wilayah selatan Kotim, mulai dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang hingga wilayah pesisir Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Wilayah tersebut didominasi lahan gambut yang mudah terbakar.

Berdasarkan pantauan sejak Januari hingga Maret, area tersebut menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi. Sebab, kondisi lahan yang terbakar, terutama di tengah aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)